Menghadapi Si Kecil yang Picky Eater
Susah sekali membuat si kecil duduk diam saat jam makan tiba. Mereka lebih senang berlarian atau bermain dengan teman-temannya. Mereka juga tak mau menyentuh makanan yang Anda berikan dengan alasan tidak doyan atau tidak enak. Mereka mau makan kalau yang disajikan adalah makanan kegemaran mereka.
Susah sekali membuat si kecil duduk diam saat jam makan tiba. Mereka lebih senang berlarian atau bermain dengan teman-temannya. Mereka juga tak mau menyentuh makanan yang Anda berikan dengan alasan tidak doyan atau tidak enak. Mereka mau makan kalau yang disajikan adalah makanan kegemaran mereka.
Situasi tersebut kerapkali membuat Anda menjadi sedikit frustrasi dan khawatir mereka tidak mendapat gizi cukup karena hanya mengkonsumsi makanan yang itu-itu saja. Dan yang membuat Anda lebih cemas adalah makanan kegemaran mereka itu bukan termasuk jenis makanan yang sehat.
Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa si kecil sering pilih-pilih makanan (picky eater) dan tidak mau begitu saja menyantap makanan yang telah dihidangkan. Sebenarnya kondisi ini sangat normal terjadi pada anak kecil. Saat mereka mulai bisa berkomunikasi dengan lancar, mereka ingin lebih berekspresi dengan menyatakan keinginannya sekaligus menolak apa yang tidak mereka sukai. Dan mereka juga mengalami situasi ‘ketakutan’ akan hal-hal baru, termasuk makanan! Si kecil akan merasa lebih nyaman dengan sesuatu yang telah mereka kenal, seperti rutinitas sebelum tidur atau makanan kecil buatan ibu di sore hari.
Kesabaran adalah kata kunci untuk membuat si kecil yang picky eater mau menyantap makanan sehat yang Anda sajikan. Meski makanan tersebut mungkin tidak akan disentuh oleh mereka, Anda harus tetap memberikan dan membujuk berulangkali sampai setidaknya mereka mau mencicipinya.
Mereka mungkin akan lebih waspada saat jam makan karena tahu Anda akan terus memberikan makanan yang tidak mereka sukai. Karena itu ciptakan suasana makan yang lebih kondusif dengan menjauhkan mereka dari gangguan televisi, mainan atau binatang peliharaan saat jam makan tiba.
Agar si kecil tidak menutup rapat-rapat mulut mereka saat jam makan, cobalah langkah sederhana berikut ini:
Jangan paksa si kecil untuk menghabiskan makanan yang Anda berikan karena hanya akan membuat mereka semakin tidak menyukainya. Jika mereka mau mencicipinya itu baik, tetapi jika mereka sama sekali tidak mau menyentuhnya biarkan saja.
Membujuk si kecil untuk makan dengan janji akan memberikan makanan kecil favoritnya seperti permen atau es krim tidak akan banyak membantu. Malah dapat menyebabkan mereka berpikir bahwa makanan yang Anda berikan memang tidak enak.
Agar si kecil tertarik pada hidangan yang Anda sajikan, buatlah acara makan lebih menyenangkan dengan membentuk dan menata hidangan secara menarik. Misalkan dengan membentuk bahan makanan seperti keju, roti atau sayuran dengan cetakan yang lucu. Atau susunlah sayuran di piring mereka menyerupai wajah badut. Anda dapat bereksperimen dengan wortel, kentang, brokoli, tomat dan sayuran lainnya.
Sajikan makanan dalam porsi kecil sehingga piring mereka tidak terlihat penuh. Porsi makanan yang sedikit ini tidak akan membuat mereka merasa diwajibkan menghabiskan seluruh isi piring.
Ajaklah si kecil membantu Anda menyiapkan makanan di dapur. Berilah pekerjaan kecil yang menyenangkan seperti mencuci buah atau sayuran, mengupas bahan makanan dan mengaduk adonan. Sebagai bentuk penghargaan terhadap usaha mereka sendiri, si kecil tak akan segan mencicipi masakan buatan mereka tersebut.
Jus memang sangat baik untuk kesehatan, tetapi jika si kecil Anda adalah seorang picky eater, berikan secukupnya karena minum jus terlalu banyak akan membuat mereka kenyang dan tak mau menyentuh makanan yang Anda berikan.
Tidak menjadi masalah jika Anda sering memberikan makanan favorit mereka, selama sehat dan mengandung nutrisi yang tepat. Cobalah dikombinasikan dengan makanan pilihan Anda yang menyehatkan. Misalkan keju kesukaan si kecil dapat dikombinasikan dengan sayuran dalam menu roti isi untuk sarapan pagi mereka.
Makanan kecil sangat penting untuk si kecil karena mereka lebih sering merasa lapar. Pastikan makanan kecil yang Anda berikan bergizi, seperti buah dan yogurt.
Dengan bertambahnya umur, si kecil akan belajar mencoba dan menyukai berbagai variasi menu makanan lainnya. Untuk itu, sebagai orang tua, Anda sebaiknya tidak hanya menyediakan dan menyiapkan bahan makanan yang kaya gizi. Tetapi juga menyajikan variasi hidangan secara kreatif dan mengenalkannya di masa awal pertumbuhan anak-anak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar