Jumat, 09 Oktober 2009

MENGENALKAN PERMAINAN TRADISIONAL PADA ANAK

Mengenalkan Permainan Tradisional pada Anak

Bermain memang menjadi salah satu aktivitas yang tak lepas dari anak-anak. Melalui bermain anak-anak dapat mempelajari suatu keterampilan baik secara motorik, kognitif, kerja team serta manfaat lainnya. Memperingati hari kemerdekaan Indonesia, yuk kita ajak anak mengenal permainan tradisional dari Tanah Air tercinta.

Berikut beberapa permainan tradisional Indonesia yang mudah dilakukan di mana saja dan kapan saja:

Dampu
Ini merupakan permainan tradisional yang sering dimainkan anak-anak usia sekolah. Anak ditantang untuk mempertahankan keseimbangannya agar tidak terjatuh. Permainan tidak hanya dilakukan oleh anak perempuan namun juga anak laki-laki.
Alat yang diperlukan:
Tanah lapang
Kapur atau pecahan genting untuk membuat petak
Batu berbentuk pipih, pecahan genting, atau tutup botol.
Cara Bermain:
Buatlah petak-petak pada tanah dengan menggunakan kapur atau pecahan genting dengan bentuk (gambar 1)
Ajak anak untuk melemparkan batu tepat masuk ke dalam kotak, mulai dari kotak pertama yang jaraknya paling pendek hingga kotak yang jaraknya paling jauh.
Lalu Anda dapat memberikan contoh terlebih dahulu dengan melompat dari satu kotak ke kotak lainnya tanpa keluar dari petak dengan menggunakan satu kaki dan melangkahi kotak yang terdapat batunya.
Setelah itu anak harus kembali ke garis awal dan mengambil batunya terlebih dahulu tetap dengan satu kaki.
Jika anak sudah berhasil melewati tahap pertama lanjutkan dengan melempar batu ke kotak 2, dan seterusnya.
Manfaat :
Melatih keseimbangan tubuh baik ketika melompat dengan satu kaki maupun ketika mengambil batu dari tanah.
Meningkatkan kemampuan perencanaan gerak.
Meningkatkan kemampuan melalui perabaan tekstur yang berbeda.
Melatih kemampuan reka visual, karena pada akhir permainan anak diharuskan mengambil batu tanpa melihat ke depan, namun membelakanginya.


Petak Jongkok
Petak jongkok merupakan salah satu permainan paling populer untuk anak-anak yang sering dimainkan dimana saja. Permainan kejar-kejaran ini paling sedikit dilakukan tiga anak. Serunya permainan ini menantang anak untuk menangkap temannya atau sebaliknya berlari agar tidak tertangkap oleh satu dari temannya yang menjadi penjaga.
Cara bermain:
Setelah terkumpul beberapa anak, maka lakukan hompimpa dan anak akan menentukan siapa yang menjadi penjaga atau pengejar.
Penjaga akan mengejar teman-teman lainnya dan menangkapnya persis sebelum mereka jongkok.
Sedangkan peserta lainnya yang tidak menjadi penjaga harus mengusahakan diri untuk tidak tertangkap. Apabila akan terkena anak perlu jongkok sehingga tidak tertangkap oleh penjaga.
Ketika anak telah jongkok maka dibutuhkan bantuan teman lainnya selain penjaga untuk menyentuhnya agar bisa bebas dan berlari kembali.
Anak yang tertangkap akan berganti peran dan menjadi penjaga.
Manfaat
Meningkatkan kemampuan motorik kasar dan ketahanan fisik anak dengan berlari menghindari penjaga.
Melatih kemampuan kelenturan tubuh, terutama kaki. Khususnya saat anak perlu berjongkok lalu berdiri dan sebaliknya berlari lalu berjongkok.
Meningkatkan rasa solidaritas antar teman. Anak harus membantu temannya yang jongkok untuk membebaskannya kembali.

Bekel
Permainan ini memang biasanya dilakukan anak-anak perempuan. Dengan tingkat kesulitan yang terus bertambah, permainan ini sangat digemari oleh anak-anak. Bekel dapat dilakukan di dalam dan luar rumah.
Alat yang digunakan:
Satu buah bola bekel
Enam biji bekel
Cara bermain:
Ajak anak duduk di lantai dengan permukaan yang rata. Gengam keenam biji bekel, lalu peganglah bola di atas genggaman itu.
Lemparkan bola ke atas, jatuhkan biji ke lantai, dan tangkap bola. Ingatkan bahwa bola hanya diperbolehkan untuk menyentuh tanah sebanyak satu kali dan hanya menggunakan sebelah tangan saja.
Setelah itu lemparkan bola kembali dan ketika bola memantul kita harus mengambil satu biji bekel. Lakukan seterusnya hingga biji terambil semua lalu langsung menjatuhkannya kembali ke tanah.
Lanjutkan permainan dengan mengambil biji bekel dua sekaligus, lalu tiga, dan seterusnya.
Manfaat:
Melatih koordinasi visual-motor. Anak perlu memperkirakan seberapa tinggi bola dilontarkan, berapa biji yang harus terambil, serta kapan menangkapnya kembali.
Meningkatkan konsentrasi anak, dimana anak harus melempar bola, menangkap biji, dan menangkapnya kembali pada satu waktu.
Meningkatkan kemampuan kontrol gerakan jari-jari dan tangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar