Kamis, 08 Oktober 2009

KELAINAN KAKI PADA ANAK

KELAINAN KAKI PADA ANAK

Apakah anak Anda sering jatuh tiba-tiba, saat berjalan? Apakah si Kecil berjalan jinjit? Atau apakah posisi telapak kakinya tidak benar (mengarah ke luar atau ke dalam)? Dan apakah anak sering mengeluh capek jika berjalan dan bentuk tungkainya seperti buruf O atau X? Jika ya, Anda harus waspada, karena itu semua adalah bentuk kelainan pada kaki si Kecil!

FAKTOR PENYEBAB:
Kelainan pada kaki anak antara lain dapat disebabkan oleh kurangnya asupan gizi, faktor keturunan dan pertumbuhan, serta stimulasi yang tidak benar, yang diterima oleh kaki anak sehari-hari. Seperti apakah stimulasi yang tidak benar itu?
Misalnya bila:
1. si Kecil memakai sepatu bekas milik kakak/orang lain (sepatu bekas memiliki tapak kaki yang berbeda dan belum tentu sesuai dengan tapak kaki anak)
2. memilih sepatu hanya berdasarkan penampilan fisik, tanpa memperhitungkan fungsi sepatu
3. penggunaan popok modern/diaper yang kebesaran dan dipakai terus menerus pada saat anak baru belajar berjalan
4. posisi duduk membentuk huruf W/W sitting (lutut ke arah depan, tunngkai kaki ke arah belakang)
5. posisi menggendong, kedua kaki membentuk sudut 90 derajat
6. kebiasaan posisi tidur seperti kodok berpengaruh pada waktu lama, kaki yang satu lebih pendek dari kaki yang lain
7. penggunaan guling tidak sesuai, lebih pendek

MENGAPA KELAINAN PADA KAKI PERLU DIKOREKSI?
Saat lahir, fungsi bipedal atau kedua kaki anak belum tumbuh dengan baik. Dibutuhkan waktu 18 tahun untuk tumbuh menjadi kaki dewasa. Proses tumbuh kembang akan terus berubah karena sendi-sendi pada tungkai (dari paha hingga pergelangan kaki) dan kaki anak masih bisa berputar.

Saat usia anak 7 tahun, rotasi tungkai kaki mulai jauh berkurang . Dibutuhkan stimulasi yang benar dalam kurun waktu tsb agar pertumbuhan kaki anak juga benar.

Bila dalam pertumbuhannya kaki mengalami gangguan sehingga terjadi kelainan, tidak hanya menyebabkan penampilan kurang menarik secara estetika, tetapi juga beresiko pertumbuhan yang tidak sama antara kaki kiri dan kaki kanan (untuk beberapa kasus, karena posisi yang tidak benar, tubuh hanya disangga oleh satu kaki, akibatnya kaki yang satu lebih berkembang dari kaki yang lain, dan selisih bisa mencapai 7cm). Selain itu, kelainan pada kaki jika dibiarkan akan berpengaruh pada tulang belakang.

Jalan jinjit dapat mengakibatkan tumit belakang menjadi pendek, akibatnya anak tidak mampu menapak. Kelainan kaki berbentuk flat (kaki bertampak leper) tidak menjadi masalah jika tidak mengubah sudut-sudut lain di kaki. Kendalanya, anak cepat capek. Menjadi masalah jika flat feet memunculkan komplikasi. Jika kaki cepat capek, maka titik berat menjadi tidak tepat. Bentuk kaki menjadi tidak benar karena tulang menjadi pendek sebelah.

Untuk melakukan koreksi terhadap posisi kaki yang tidak benar, diperlukan waktu satu sampai dua tahun. Idealnya dilakukan saat usia anak <>7 tahun, terapinya akan lebih lama karena putaran tulang anak semakin sedikit.

MEMILIH SEPATU YANG TEPAT
Sepatu yang tepat dapat membentuk perkembangan tulang dan otot yang baik, bahkan dapat mencegah timbulnya problem kaki yang mempengaruhi seseorang seumur hidup. Kelainan bisa timbul dari kaki, lutut sampai tulang belakang.

Selama tumbuh kembang, ukuran sepatu anak bisa berubah 34x sampai usianya 10 tahun. Setidaknya enam bulan sekali ukuran kaki anak berubah. Saat anak mulai belajar berjalan, anak harus memakai alas kaki yang dapat mengatur jatuhnya titik berat badan pada posiisi yang benar.

Berikut panduan dalam memilih sepatu yang tepat untuk anak:
· Bayi baru lahir
Cukup kaus kaki yang nyaman dan hangat, bahan terbuat dari katun atau kaus agar menyerap keringat, hindari karet yang terlalu ketat

· Usia 3 bulan (tengkurap)
Sarung atau kaus kaki, atau kaus kaki berdesain menyerupai sepatu dengan alas tipis

· Usia 5 bulan (merayap)
Gunakan alas kaki yang menyerupai sepatu, terbuat dari kain yang lebih tebal pada bagian punggung kaki dan memiliki alas lentur

· Usia 7 bulan (mencoba duduk)
Alas kaki memiliki bagian yang agak tebal pada tumit, bertekstur, dan tidak licin

· Usia 11 bulan (mencoba berjalan)
Bahan alas kaki gunakan yang tebal seperti kulit, kanvas, terutama di bagian lateral (samping kiri-kanan), bagian tumit lebih tebal, sehingga mampu menopang tubuh agar seimbang. Pilih yang bobotnya ringan tapi tidak terlalu tipis.

· Usia >1 tahun

o Gunakan sepatu dengan sol yang ringan (jangan terlalu tebal agar tidak membatasi gerak anak) dan fleksibel
o Sebaiknya gunakan sepatu berbentuk sepatu olahraga , karena bentuknya tertutup
o Pilih sepatu yang tepat dan sesuai dengan luas dan panjang kaki anak, terutama di area punggung kaki
o Bagian dalam sepatu sebaiknya dibuat dari bahan yang lembut untuk mencegah kaki lecet
o Panjang sepatu harus dilebihkan sekitar 1,5 cm (selebar ibu jari tangan) agar ada ruang gerak bagi jemari kaki
o Perhatikan luas kaki anak agar sepatu tidak terlalu pas. Bila sepatu terlalu sempit, akibatnya akan timbul tekanan, sehingga kaki bisa melepuh, radang, lecet dan meninggalkan jumlah keringat, serta menimbulkan gangguan gerak dan keseimbangan kaki
o Sol luar jangan terlalu tebal, karena mempengaruhi keseimbangan anak saat berjalan. Jangan licin agar tak mudah tergelincir
o Sol sepatu bagian dalam harus ada bagian lengkungannya, karena mendekati fungsi anatomis kaki yang normal. Sol luar harus kokoh terutama di bagian tumit dan dapat ‚memegang' tumit dengan baik
o Bagian depan sepatu agak melengkung (naik ke atas)
o Waktu membeli sepatu, coba pada kedua kaki dan suruh si kecil berdiri agar telapak kakinya melebar. Kemudian, suruh ia berjalan dan berlari, lalu tanyakan apakah sepatunya sudah enak dipakai atau belum
o Pilihlah sepatu yang mudah dipakai si kecil, seperti penutup sepatu dengan ban selempang berperekat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar