Saat ini teknologi internet memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk dari kehidupan buah hati Anda. Internet bisa mempermudah mereka menyelesaikan tugas-tugasnya di sekolah. Tetapi dampak negatif dari internet juga tidak kalah besarnya.
Untuk menyaringnya, banyak orangtua yang memasang internet filter atau pengaman agar buah hati tidak bisa mengakses laman yang tidak sesuai usianya. Hal itu memang cara yang banyak ditempuh para orangtua untuk mengontrol penggunaan internet. Sebenarnya Anda tidak bisa hanya mengandalkan filter tersebut, pengawasan juga harus selalu dilakukan karena ternyata filter tidak cukup efektif.
Berikut fakta tentang filter yang harus Anda ketahui.
- Program internet filter tidak mampu menyaring semua. Sebagian besar program filter menggunakan teknik kombinasi untuk menutup akses pada laman tertentu. Kombinasi tersebut seringkali bocor dan membuat akses laman yang ditutup bisa dilihat.
- Anak bisa membobol filter. Jangan menyepelekan kepintaran buah hati. Mereka bisa dengan mudah menemukan cara untuk membuka filter program yang telah Anda pasang. Jadi selalu periksa secara berkala komputer yang digunakan anak Anda.
- Perkenalkan filter pada anak. Program filter yang Anda pasang pada komputer juga harus diperkenalkan pada anak. Katakan pada anak bahwa Anda ingin ia bertanggung jawab dalam penggunanan internet dan demi keamanannya. Hal itu akan membuat ia lebih dewasa dan mengerti.
- Filter utama adalah Anda. Seiiring perkembangan teknologi, mau tidak mau anak pasti akan mengetahui atau penasaran terhadap hal-hal baru yang bersifat negatif seperti pornografi. Sebelum ia mengakses tanpa sepengetahuan Anda, bicarakan isu tersebut serta dampaknya jika ia sudah cukup dewasa. Tindakan tersebut merupakan cara pencegahan yang sangat baik bagi buah hati Anda.
Minggu, 18 Oktober 2009
MAINAN AMAN UNTUK BAYI
Faktor keamanan adalah hal pertama yang harus diperhatikan saat memilih mainan untuk bayi. Jangan sampai mainan yang dibeli malah menimbulkan bahaya bagi si bayi. Kita harus pintar memilih mainan yang tepat untuk si bayi.
Ada beberapa mainan yang aman untuk bayi. Ketahui mainan tersebut agar buah hati bisa aman bermain.
- Gelang berbunyi
Anda bisa membeli gelang yang biasanya terbuat dari karet atau plastik dan terdapat bebunyian didalamnya. Saat bayi bergerak gelang akan berbunyi dan hal itu bisa menghiburnya. Anda bisa membeli gelang yang berwarna cerah karena bayi suka sekali dengan warna-warna tersebut.
- Baby gym
Anda bisa membeli baby gym untuk membuat bayi lebih aktif. Berbagai mainan yang digantung pada baby gym akan memicunya bergerak lebih aktif. Gerakan perut, tangan, kaki dan bagian tubuh lainnya akan membuat bayi lebih sehat.
- Alat musik
Bayi sangat suka mendengar bebunyian yang merdu. Saat ini banyak dijual mainan yang terdapat bunyi didalamnya. Pastikan bunyi tersebut terdengar merdu dan suaranya tidak memekakkan telinga. Anda bisa membeli boneka yang saat dipencet akan mengeluarkan suara instrumen. Musik instrumen klasik bisa Anda pilih karena berdampak positif bagi perkembangan otak bayi
- Buku
Anda bisa membeli buku yang memang diperuntukkan untuk bayi. Dengan gambar yang lucu dan warnanya yang cerah bayi pasti akan sangat terhibur. Sekarang banyak tersedia buku-buku bayi yang terbuat dari kain dan tidak mudah robek. Jadi bayi Anda bisa aman memainkannya.
Ada beberapa mainan yang aman untuk bayi. Ketahui mainan tersebut agar buah hati bisa aman bermain.
- Gelang berbunyi
Anda bisa membeli gelang yang biasanya terbuat dari karet atau plastik dan terdapat bebunyian didalamnya. Saat bayi bergerak gelang akan berbunyi dan hal itu bisa menghiburnya. Anda bisa membeli gelang yang berwarna cerah karena bayi suka sekali dengan warna-warna tersebut.
- Baby gym
Anda bisa membeli baby gym untuk membuat bayi lebih aktif. Berbagai mainan yang digantung pada baby gym akan memicunya bergerak lebih aktif. Gerakan perut, tangan, kaki dan bagian tubuh lainnya akan membuat bayi lebih sehat.
- Alat musik
Bayi sangat suka mendengar bebunyian yang merdu. Saat ini banyak dijual mainan yang terdapat bunyi didalamnya. Pastikan bunyi tersebut terdengar merdu dan suaranya tidak memekakkan telinga. Anda bisa membeli boneka yang saat dipencet akan mengeluarkan suara instrumen. Musik instrumen klasik bisa Anda pilih karena berdampak positif bagi perkembangan otak bayi
- Buku
Anda bisa membeli buku yang memang diperuntukkan untuk bayi. Dengan gambar yang lucu dan warnanya yang cerah bayi pasti akan sangat terhibur. Sekarang banyak tersedia buku-buku bayi yang terbuat dari kain dan tidak mudah robek. Jadi bayi Anda bisa aman memainkannya.
Rabu, 14 Oktober 2009
PENYAKIT KAWASAKI
Apakah itu penyakit kawasaki (PK)?
PK ditemukan oleh Dr Tomisaku Kawasaki di Jepang tahun 1967 dan saat itu dikenal sebagai mucocutaneous lymphnode syndrome. Untuk menghormati penemunya, maka dinamakan penyakit k awasaki . Di Indonesia, banyak di antara kita yang belum memahami penyakit yang berbahaya ini, bahkan di kalangan medis sekalipun. Hal inilah yang menyebabkan diagnosis acap terlambat dengan segala konsekuensinya.
Penampakan penyakit ini juga dapat mengelabui mata sehingga dapat terdiagnosis sebagai campak, alergi obat, infeksi virus, atau bahkan penyakit gondong. Penyakit yang lebih sering menyerang ras Mongol ini terutama menyerang balita dan paling sering pada anak usia 1-2 tahun. Bahkan, penulis pernah menemukan PK pada seorang bayi berusia 3 bulan yang menderita demam selama 18 hari.
Angka kejadian per tahun di Jepang tertinggi di dunia, yaitu berkisar 1 kasus per 1.000 anak balita, disusul Korea dan Taiwan . Di Amerika Serikat berkisar 0,09 (pada ras kulit putih) sampai 0,32 (pada keturunan Asia-Pasifik) per seribu balita. Di Indonesia, penulis menemukan kasus PK sejak tahun 1996, tapi ada dokter yang menyatakan sudah menemukan sebelumnya.
Indonesia baru resmi tercatat dalam peta penyakit k awasaki dunia setelah laporan seri kasus PK dari Advani dkk diajukan pada simposium internasional penyakit kawasaki ke-8 di San Diego , AS, awal tahun 2005. Diduga, kasus di Indonesia tidaklah sedikit dan menurut perhitungan kasar, berdasarkan angka kejadian global dan etnis di negara kita, tiap tahun akan ada 3.300-6.600 kasus PK.
Namun kenyataannya kasus yang terdeteksi masih sangat jauh di bawah angka ini. Sekitar 20-40 persen-nya mengalami kerusakan pada pembuluh koroner jantung. Sebagian akan sembuh namun sebagian lain terpaksa menjalani hidup dengan jantung yang cacat akibat aliran darah koroner yang terganggu. Sebagian kecil akan meninggal akibat kerusakan jantung.
Penyebab PK hingga saat ini belum diketahui, meski diduga kuat akibat suatu infeksi, namun belum ada bukti yang meyakinkan. Karena itu cara pencegahannya juga belum diketahui. Penyakit ini juga tidak terbukti menular.Gejala awalGejala awal pada fase akut adalah demam yang mendadak tinggi dan bisa mencapai 41° C. Demam berfluktuasi selama setidaknya 5 hari tetapi tidak pernah mencapai normal. Pada anak yang tidak diobati, demam dapat berlangsung selama 1-4 minggu tanpa jeda. Pemberian antibiotik tidak menolong. Sekitar 2-3 hari setelah demam, mulai muncul gejala lain secara bertahap yaitu bercak bercak merah di badan yang mirip seperti pada penyakit campak. Namun gejala batuk pilek yang dominan pada campak biasanya ringan atau bahkan tidak ada pada PK. Gejala lain yang timbul adalah kedua mata merah, tapi tanpa kotoran (belekan), pembengkakan kelenjar getah bening di salah satu sisi leher sehingga kadang diduga penyakit gondong (parotitis), lidah merah menyerupai stroberi, bibir juga merah dan kadang pecah-pecah, telapak tangan dan kaki merah dan agak membengkak. Kadang anak mengeluh nyeri pada persendian. Pada fase penyembuhan terjadi pengelupasan kulit di ujung jari tangan serta kaki dan kemudian timbul cekungan berbentuk garis melintang pada kuku kaki dan tangan (garis Beau).
Penderita PK harus dirawat inap di rumah sakit dan mendapat pengawasan dari dokter ahli jantung anak. Komplikasi yang paling ditakutkan adalah pada jantung (terjadi pada 20-40 persen penderita) karena dapat merusak pembuluh nadi koroner. Komplikasi ke jantung biasanya mulai terjadi setelah hari ke 7-8 sejak awal timbulnya demam.
Pada awalnya dapat terjadi pelebaran pembuluh ini kemudian bisa terjadi penyempitan bagian dalam atau sumbatan. Akibatnya aliran darah ke otot jantung terganggu sehingga dapat menimbulkan kerusakan pada otot jantung yang dikenal sebagai infark miokard. Pemeriksaan jantung menjadi hal yang sangat penting termasuk EKG dan ekokardiografi (USG jantung). Kadang ultrafast CT scan, MRA (Magnetic Resonance Angiography) maupun kateterisasi jantung diperlukan pada kasus yang berat. Pemeriksaan laboratorium untuk penyakit ini tidak ada yang khas.
Biasanya jumlah sel darah putih, laju endap darah dan C Reactive protein meningkat pada fase akut. Jadi diagnosis ditegakkan atas dasar gejala dan tanda klinis semata sehingga pengalaman dokter sangat dibutuhkan. Pada fase penyembuhan, trombosit darah meningkat dan ini akan memudahkan terjadinya trombus atau bekuan darah yang menyumbat pembuluh koroner jantung.
Pengobatan
Obat yang mutlak harus diberikan adalah imunoglobulin secara infus selama 10-12 jam. Obat yang didapat dari plasma donor darah ini ampuh untuk meredakan gejala PK maupun menekan risiko kerusakan jantung, tapi harga yang mahal menjadi kendala. Harga satu gram berkisar Rp 1 juta. Penderita PK membutuhkan imunoglobulin 2 gram per kg berat badannya.
Sebagai contoh, anak yang berat badannya 15 kg misalnya membutuhkan 30 gram atau seharga sekitar Rp 30 juta. Penderita juga diberikan asam salisilat untuk mencegah kerusakan jantung dan sumbatan pembuluh koroner. Jika tidak ada komplikasi anak dapat dipulangkan dalam beberapa hari. Pada kasus yang terlambat dan sudah terjadi kerusakan pembuluh koroner perlu rawat inap yang lebih lama dan pengobatan yang intensif guna mencegah kerusakan jantung lebih lanjut.
Jika dengan obat-obatan tidak berhasil, kadang diperlukan operasi pintas koroner (coronary bypass) atau bahkan, meskipun sangat jarang, transplantasi jantung. Kematian dapat terjadi pada 1-5 persen penderita yang umumnya terlambat ditangani dan puncaknya terjadi pada 15-45 hari setelah awal timbulnya demam. Meskipun demikian, kematian mendadak dapat terjadi bertahun-tahun setelah fase akut. PK juga dapat merusak katup jantung (terutama katup mitral) yang dapat menimbulkan kematian mendadak beberapa tahun kemudian. Kemungkinan kambuhnya penyakit ini adalah sekitar 3 persen.
Pada penderita yang secara klinis telah sembuh total sekalipun, dikatakan pembuluh koronernya akan mengalami kelainan pada lapisan dalam yang memudahkan terjadinya penyakit jantung koroner pada usia dewasa muda kelak. Jika ditemukan serangan jantung koroner akut pada dewasa muda, mungkin perlu dipikirkan kemungkinan pernah terkena PK saat masih anak-anak. Kiranya kita semua perlu mewaspadai penyakit ini agar tidak menimbulkan korban lebih lanjut.
Jumat, 09 Oktober 2009
MOTIVASI BELAJAR MELALUI MAINAN
Motivasi Belajar Melalui Mainan
Setiap anak sangat suka bermain. Bagi si kecil, kegiatan ini bukan sekadar bersenang-senang. Lebih dari itu, bermain sangat bermanfaat untuk membantu tumbuh-kembangnya agar lebih optimal.Seperti bekerja bagi orang dewasa, bermain adalah pekerjaan bagi anak.
Melalui bermain, si kecil belajar tentang dunia dan sekelilingnya. Ia memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungan dan mengembangkan keterampilan, nilai, sikap, toleransi serta pemahaman.
Bermain pun menjadi cara untuk mengeskpresikan perasaan dan emosi, lebih cepat dibandingkan menyampaikan ekspresi secara verbal.Sebagai alat untuk bermain, pemilihan mainan dan materi bermain sangat penting agar manfaatnya optimal.
Mainan melimpah tak ada gunanya jika mainan tidak memiliki nilai edukatif. Artinya, mainan tersebut memberikan kenikmatan bermain sekaligus peluang belajar. Mainan ini dirancang khusus untuk mendorong anak menemukan hal baru atau menguasai keterampilan dan konsep tertentu.Namun tidak berarti pula Anda harus menjejali si kecil dengan mainan edukatif. Mainan jenis ini hanya salah satu faktor pendukung untuk mengoptimalkan perkembangan otak anak.
Si kecil pun perlu bermain dengan mainan ‘biasa’. Misalnya boneka, mobil-mobilan, rumah-rumahan, atau alat rumah tangga mainan. Meskipun bukan tipe edukatif, mainan ini bisa memberikan pengetahuan baru untuk melengkapi kecerdasan majemuk anak. Bermain boneka, misalnya, mendorong kemampuan berimajinasi dan berinteraksi dengan orang lain.
Sesuai usia anak
Tiga tahun pertama merupakan periode emas perkembangan otak anak. Pada masa itu, ia membutuhkan banyak stimulasi. Semakin banyak stimulasi yang diberikan, hubungan koneksi antarsaraf semakin banyak. Artinya, anak semakin cerdas.
Salah satu bentuk stimulasinya mainan. Anda bisa memberikan mainan sejak dini namun tak berarti sejak bayi. “Orangtua adalah alat permainan bayi. Artinya, bayi lebih baik bermain dengan orangtuanya
Anda boleh mengenalkan mainan edukatif sejak anak berusia 1-1,5 tahun. Pada usia ini, si kecil sudah mampu memahami sebuah konsep meskipun kemampuan berbicaranya belum jelas.Yang perlu Anda perhatikan ketika memilih mainan adalah kesesuaian mainan dengan usia anak. Usia menunjukkan tahap perkembangan si kecil, baik fisik maupun mental.
Mainan yang terlalu sulit membuat anak frustasi. Sebaliknya jika terlalu mudah, mainan tidak lagi menarik bagi si kecil. Misalnya, single puzzle atau bola/kubus yang memiliki lubang berbentuk kotak, lingkaran atau segitiga. Mainan ini sesuai untuk anak usia 1 tahun. Untuk mempermudah Anda memilih mainan, beberapa produsen mainan mencantumkan kategori usia di setiap kemasan mainan.
Perhatikan kesiapan anakMeskipun anak usia 1 tahun mulai berkenalan dengan mainan edukatif, Anda tidak boleh memaksakan kehendak. “Setiap anak berbeda-beda".
Ada yang sudah siap dan menyukai mainan, ada pula yang tidak. “Prinsipnya, kegiatan bermain tidak membuat anak merasa terpaksa atau dipaksa. Sebab, dampaknya sangat buruk bagi perkembangan anak.
Beberapa anak memiliki gerakan motorik yang lebih kasarnya. Artinya, ia lebih menyukai aktivitas fisik seperti melompat, memanjat, jongkok atau lari. Jika si kecil dipaksa untuk bermain yang membutuhkan motorik halus dan konsentrasi, ia belum cukup matang walaupun usianya sama. Anak yang siap biasanya langsung tertarik dan mencoba memainkan begitu mainan diberikan. Sedangkan anak yang belum siap tampak tidak tertarik ketika mainan disodorkan kepadanya.
Perhatikan pula kondisi anak apakah ia mengantuk, sakit atau bosan.Se-edukatif apapun sebuah mainan, tidak akan berguna jika tidak dimainkan. Bisa jadi tujuan edukasinya malah tidak tercapai. Jika anak-anak tidak menyukai dan menikmati mainannya, ia tak akan pernah memainkannya. Padahal, kemampuan belajar anak meningkat ketika ia bisa menikmatinya. Karenanya, jangan melupakan faktor ‘menyenangkan’ dari sebuah mainan. “Anak juga perlu diberi kesempatan untuk melakukan aktivitasnya,” .
Mainan hanyalah alat.
Keterlibatan Anda dalam proses bermain anak memainkan peran penting, tetapi bukan mengaturnya. Biarkan anak mencoba dulu. Jika ia tidak juga mengerti atau bingung, Anda cukup memberikan petunjuk. “Orangtua hanya menjadi pijakan, anak yang harus mencari jalan keluarnya”.
Petunjuk Anda membantu anak mengembangkan imajinasinya. Selain itu, Anda dan si kecil memiliki peluang untuk menciptakan kenangan masa kecil yang indah.Tak ada mainan, permainan jadilahMainan edukatif tak harus mahal. Bermain juga tidak berarti harus ada alat-alat khusus. Permainan bisa menjadi alternatifnya. Melalui alat-alat sederhana di sekitar rumah dan sedikit kreativitas, ciptakan permainan atau mainan yang mendorong tumbuh-kembang si kecil. Misalnya permainan petak umpet menggunakan kolong meja atau membuat pesawat dari kertas.Permainan yang mahal, seperti computer games, justru tidak membawa manfaat. Jenis permainan ini disebut sebagai pemicu agresivitas pada anak. Sebab, computer games umumnya membawa nilai-nilai kekerasan dan membuat anak menjadi anti sosial. Pun dengan mengajak anak bermain di mal. Menurut Mayke, kebiasaan ini hanya akan mendorong sifat konsumerisme pada anak.
Ciri-Ciri Mainan Edukatif
Dibuat untuk merangsang kemampuan dasar pada balita.
Memiliki banyak fungsi. Artinya, ada beberapa variasi mainan di dalam satu mainan sehingga stimulasi yang diperoleh anak pun beragam.
Mendorong kemampuan pemecahan masalah. Contohnya mainan bongkar-pasang.
Melatih ketelitian dan ketekunan anak. Tak sekadar menikmati, tetapi si kecil juga dituntut ketelitiannya saat memainkannya.
Melatih konsep dasar. Artinya, anak-anak bisa mengenal dan mengembangkan kemampuan dasar seperti bentuk, warna, tekstur, besaran. Selain itu, mainan edukatif mampu melatih motorik halus.
Merangsang kreativitas anak. Anak-anak semakin kreatif melalui variasi mainan yang dilakukan.
MENGHADAPI SI KECIL YANG PICKY EATER
Menghadapi Si Kecil yang Picky Eater
Susah sekali membuat si kecil duduk diam saat jam makan tiba. Mereka lebih senang berlarian atau bermain dengan teman-temannya. Mereka juga tak mau menyentuh makanan yang Anda berikan dengan alasan tidak doyan atau tidak enak. Mereka mau makan kalau yang disajikan adalah makanan kegemaran mereka.
Susah sekali membuat si kecil duduk diam saat jam makan tiba. Mereka lebih senang berlarian atau bermain dengan teman-temannya. Mereka juga tak mau menyentuh makanan yang Anda berikan dengan alasan tidak doyan atau tidak enak. Mereka mau makan kalau yang disajikan adalah makanan kegemaran mereka.
Situasi tersebut kerapkali membuat Anda menjadi sedikit frustrasi dan khawatir mereka tidak mendapat gizi cukup karena hanya mengkonsumsi makanan yang itu-itu saja. Dan yang membuat Anda lebih cemas adalah makanan kegemaran mereka itu bukan termasuk jenis makanan yang sehat.
Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa si kecil sering pilih-pilih makanan (picky eater) dan tidak mau begitu saja menyantap makanan yang telah dihidangkan. Sebenarnya kondisi ini sangat normal terjadi pada anak kecil. Saat mereka mulai bisa berkomunikasi dengan lancar, mereka ingin lebih berekspresi dengan menyatakan keinginannya sekaligus menolak apa yang tidak mereka sukai. Dan mereka juga mengalami situasi ‘ketakutan’ akan hal-hal baru, termasuk makanan! Si kecil akan merasa lebih nyaman dengan sesuatu yang telah mereka kenal, seperti rutinitas sebelum tidur atau makanan kecil buatan ibu di sore hari.
Kesabaran adalah kata kunci untuk membuat si kecil yang picky eater mau menyantap makanan sehat yang Anda sajikan. Meski makanan tersebut mungkin tidak akan disentuh oleh mereka, Anda harus tetap memberikan dan membujuk berulangkali sampai setidaknya mereka mau mencicipinya.
Mereka mungkin akan lebih waspada saat jam makan karena tahu Anda akan terus memberikan makanan yang tidak mereka sukai. Karena itu ciptakan suasana makan yang lebih kondusif dengan menjauhkan mereka dari gangguan televisi, mainan atau binatang peliharaan saat jam makan tiba.
Agar si kecil tidak menutup rapat-rapat mulut mereka saat jam makan, cobalah langkah sederhana berikut ini:
Jangan paksa si kecil untuk menghabiskan makanan yang Anda berikan karena hanya akan membuat mereka semakin tidak menyukainya. Jika mereka mau mencicipinya itu baik, tetapi jika mereka sama sekali tidak mau menyentuhnya biarkan saja.
Membujuk si kecil untuk makan dengan janji akan memberikan makanan kecil favoritnya seperti permen atau es krim tidak akan banyak membantu. Malah dapat menyebabkan mereka berpikir bahwa makanan yang Anda berikan memang tidak enak.
Agar si kecil tertarik pada hidangan yang Anda sajikan, buatlah acara makan lebih menyenangkan dengan membentuk dan menata hidangan secara menarik. Misalkan dengan membentuk bahan makanan seperti keju, roti atau sayuran dengan cetakan yang lucu. Atau susunlah sayuran di piring mereka menyerupai wajah badut. Anda dapat bereksperimen dengan wortel, kentang, brokoli, tomat dan sayuran lainnya.
Sajikan makanan dalam porsi kecil sehingga piring mereka tidak terlihat penuh. Porsi makanan yang sedikit ini tidak akan membuat mereka merasa diwajibkan menghabiskan seluruh isi piring.
Ajaklah si kecil membantu Anda menyiapkan makanan di dapur. Berilah pekerjaan kecil yang menyenangkan seperti mencuci buah atau sayuran, mengupas bahan makanan dan mengaduk adonan. Sebagai bentuk penghargaan terhadap usaha mereka sendiri, si kecil tak akan segan mencicipi masakan buatan mereka tersebut.
Jus memang sangat baik untuk kesehatan, tetapi jika si kecil Anda adalah seorang picky eater, berikan secukupnya karena minum jus terlalu banyak akan membuat mereka kenyang dan tak mau menyentuh makanan yang Anda berikan.
Tidak menjadi masalah jika Anda sering memberikan makanan favorit mereka, selama sehat dan mengandung nutrisi yang tepat. Cobalah dikombinasikan dengan makanan pilihan Anda yang menyehatkan. Misalkan keju kesukaan si kecil dapat dikombinasikan dengan sayuran dalam menu roti isi untuk sarapan pagi mereka.
Makanan kecil sangat penting untuk si kecil karena mereka lebih sering merasa lapar. Pastikan makanan kecil yang Anda berikan bergizi, seperti buah dan yogurt.
Dengan bertambahnya umur, si kecil akan belajar mencoba dan menyukai berbagai variasi menu makanan lainnya. Untuk itu, sebagai orang tua, Anda sebaiknya tidak hanya menyediakan dan menyiapkan bahan makanan yang kaya gizi. Tetapi juga menyajikan variasi hidangan secara kreatif dan mengenalkannya di masa awal pertumbuhan anak-anak.
STORY TELLING, TUGAS PENTING UNTUK AYAH
Story Telling, Tugas Penting untuk Ayah
Hampir semua anak suka mendengar dongeng. Dongeng sendiri memiliki kekuatan besar mendorong munculnya imajinasi dalam benak anak. Coba saja ingat-ingat, bagaimana reaksi si kecil ketika mendengarkan cerita atau dongeng yang dibawakan oleh guru atau Anda orangtuanya. Mungkin bayangan ketertarikan si kecil akan isi cerita, tokoh, gambar dalam buku dapat Anda tangkap dengan jelas dari wajahnya.
Lewat dongeng berbagai nilai juga dapat ditanamkan pada anak. Namun sayangnya, entah karena sibuk atau merasa tidak bisa mendongeng, banyak orangtua yang akhirnya tidak terlalu memprioritaskan kegiatan mendongeng ini sebagai bagian penting dari pola pengasuhannya. Alhasil, mendongeng pun kalah populer dibandingkan televisi yang informasinya belum tentu sesuai untuk anak-anak yang dalam kenyataannya telah menjadi menu wajib dari keseharian anak.
Story telling atau mendongeng bukan hanya menyenangkan untuk si kecil yang mendengarkannya tetapi juga menyimpan banyak manfaat, baik untuk orangtua maupun anak.
Pakar psikologi pendidikan, Dr Tjut Rifameutia Psi, menyebutkan manfaat yang bisa diperoleh dari kegiatan mendongeng yaitu:
Dongeng sebagai sarana atau alternatif hiburan yang positif bagi anak daripada anak berkutat seharian di depan televisi dan games stationnya.
Pilih dongeng yang mengandung pesan moral sehingga saat mendongeng bisa dipakai orangtua untuk menyampaikan nilai sosial dan keluarga.
Alur cerita, detil, tokoh yang dikisahkan dapat membantunya mengasah kemampuan nalar.
Dongeng dapat menjadi sarana mengungkapkan pikiran dan emosi anak.
Cerita dalam dongeng dapat mendorong anak untuk mengembangkan daya imajinasinya.
Kata-kata yang digunakan dalam dongeng sangat baik untuk menambah perbendaharaan kata anak.
Membantu memperluas wawasan anak. Misalnya, anak yang tidak pernah pergi ke Bali atau kampung halamannya bisa mengetahui dan membayangkan keadaannya melalui dongeng dan deskripsi yang diberikan melalui kegiatan mendongeng.
Bagi orangtua sendiri mendongeng dapat menjadi media untuk lebih mendekatkan diri pada anak.
Mengasuh anak bukanlah semata-mata tugas ibu, tapi juga ayah. Karena itu Anda pun harus mulai membagi tugas pengasuhan kepada pasangan Anda. Apalagi para ayah biasanya sibuk dengan berbagai tuntutan pekerjaan di luar rumah. Dengan menyerahkan tugas story telling pada ayah juga membuatnya mempunyai kesempatan untuk tetap dekat dekat dengan si kecil dan pada saat yang sama berkesempatan menanamkan berbagai hal positif tanpa menggurui.
Cukup dengan menyediakan waktu setidaknya 15 menit saja dalam sehari, anak-anak pun bisa melewatkan waktu yang berharga dan bermanfaat dengan ayahnya.
Tips untuk ayah:
Tak punya ide cerita untuk anak? Kunjungi toko buku dan carilah buku-buku dengan cerita klasik dengan gambar menarik. Bacakan untuk anak-anak.
Jangan terpaku pada buku. Pengalaman dan cerita masa lalu dari orangtua bisa menjadi bahan yang menarik untuk anak-anak. Tradisi yang kerap dilakukan dalam keluarga, cerita mengenai hewan peliharaan, teman masa kecil, liburan, ulang tahun serta berbagai kejadian menarik yang pernah Anda lalui bisa menjadi pilihan yang dapat membuat anak lebih mengenal ayahnya.
Jangan monoton, gunakanlah suara-suara, gerakan tubuh, ekspresi untuk membuat saat mendongeng menjadi momen yang menyenangkan dan menarik untuk si kecil.
Jika anak-anak sudah cukup besar saat mendongeng bisa juga digunakan dengan menceritakan berbagai pelajaran yang dapat diambil dari kesalahan-kesalahan di masa lalu. Ceritakan dengan jujur, konsekuensi negatif yang harus ditanggung, kepedihan dan hikmah yang dapat diambil dari peristiwa tersebut.
Jangan malas untuk berlatih dan membaca referensi mengenai bagaimana mendongeng yang baik supaya anak-anak tidak bosan mendengarnya.
Tidak harus di sampingnya, bercerita lewat telepon pun bisa dilakukan. Ceritakan saja pada si kecil pengalaman hari itu. Jangan lupa sisipkan detil yang menarik untuk si kecil tetap mendengarkan.
MENGENALKAN PERMAINAN TRADISIONAL PADA ANAK
Mengenalkan Permainan Tradisional pada Anak
Bermain memang menjadi salah satu aktivitas yang tak lepas dari anak-anak. Melalui bermain anak-anak dapat mempelajari suatu keterampilan baik secara motorik, kognitif, kerja team serta manfaat lainnya. Memperingati hari kemerdekaan Indonesia, yuk kita ajak anak mengenal permainan tradisional dari Tanah Air tercinta.
Bermain memang menjadi salah satu aktivitas yang tak lepas dari anak-anak. Melalui bermain anak-anak dapat mempelajari suatu keterampilan baik secara motorik, kognitif, kerja team serta manfaat lainnya. Memperingati hari kemerdekaan Indonesia, yuk kita ajak anak mengenal permainan tradisional dari Tanah Air tercinta.
Berikut beberapa permainan tradisional Indonesia yang mudah dilakukan di mana saja dan kapan saja:
Dampu
Ini merupakan permainan tradisional yang sering dimainkan anak-anak usia sekolah. Anak ditantang untuk mempertahankan keseimbangannya agar tidak terjatuh. Permainan tidak hanya dilakukan oleh anak perempuan namun juga anak laki-laki.
Alat yang diperlukan:
Tanah lapang
Kapur atau pecahan genting untuk membuat petak
Batu berbentuk pipih, pecahan genting, atau tutup botol.
Cara Bermain:
Buatlah petak-petak pada tanah dengan menggunakan kapur atau pecahan genting dengan bentuk (gambar 1)
Ajak anak untuk melemparkan batu tepat masuk ke dalam kotak, mulai dari kotak pertama yang jaraknya paling pendek hingga kotak yang jaraknya paling jauh.
Lalu Anda dapat memberikan contoh terlebih dahulu dengan melompat dari satu kotak ke kotak lainnya tanpa keluar dari petak dengan menggunakan satu kaki dan melangkahi kotak yang terdapat batunya.
Setelah itu anak harus kembali ke garis awal dan mengambil batunya terlebih dahulu tetap dengan satu kaki.
Jika anak sudah berhasil melewati tahap pertama lanjutkan dengan melempar batu ke kotak 2, dan seterusnya.
Manfaat :
Melatih keseimbangan tubuh baik ketika melompat dengan satu kaki maupun ketika mengambil batu dari tanah.
Meningkatkan kemampuan perencanaan gerak.
Meningkatkan kemampuan melalui perabaan tekstur yang berbeda.
Melatih kemampuan reka visual, karena pada akhir permainan anak diharuskan mengambil batu tanpa melihat ke depan, namun membelakanginya.
Petak Jongkok
Petak jongkok merupakan salah satu permainan paling populer untuk anak-anak yang sering dimainkan dimana saja. Permainan kejar-kejaran ini paling sedikit dilakukan tiga anak. Serunya permainan ini menantang anak untuk menangkap temannya atau sebaliknya berlari agar tidak tertangkap oleh satu dari temannya yang menjadi penjaga.
Cara bermain:
Setelah terkumpul beberapa anak, maka lakukan hompimpa dan anak akan menentukan siapa yang menjadi penjaga atau pengejar.
Penjaga akan mengejar teman-teman lainnya dan menangkapnya persis sebelum mereka jongkok.
Sedangkan peserta lainnya yang tidak menjadi penjaga harus mengusahakan diri untuk tidak tertangkap. Apabila akan terkena anak perlu jongkok sehingga tidak tertangkap oleh penjaga.
Ketika anak telah jongkok maka dibutuhkan bantuan teman lainnya selain penjaga untuk menyentuhnya agar bisa bebas dan berlari kembali.
Anak yang tertangkap akan berganti peran dan menjadi penjaga.
Manfaat
Meningkatkan kemampuan motorik kasar dan ketahanan fisik anak dengan berlari menghindari penjaga.
Melatih kemampuan kelenturan tubuh, terutama kaki. Khususnya saat anak perlu berjongkok lalu berdiri dan sebaliknya berlari lalu berjongkok.
Meningkatkan rasa solidaritas antar teman. Anak harus membantu temannya yang jongkok untuk membebaskannya kembali.
Bekel
Permainan ini memang biasanya dilakukan anak-anak perempuan. Dengan tingkat kesulitan yang terus bertambah, permainan ini sangat digemari oleh anak-anak. Bekel dapat dilakukan di dalam dan luar rumah.
Alat yang digunakan:
Satu buah bola bekel
Enam biji bekel
Cara bermain:
Ajak anak duduk di lantai dengan permukaan yang rata. Gengam keenam biji bekel, lalu peganglah bola di atas genggaman itu.
Lemparkan bola ke atas, jatuhkan biji ke lantai, dan tangkap bola. Ingatkan bahwa bola hanya diperbolehkan untuk menyentuh tanah sebanyak satu kali dan hanya menggunakan sebelah tangan saja.
Setelah itu lemparkan bola kembali dan ketika bola memantul kita harus mengambil satu biji bekel. Lakukan seterusnya hingga biji terambil semua lalu langsung menjatuhkannya kembali ke tanah.
Lanjutkan permainan dengan mengambil biji bekel dua sekaligus, lalu tiga, dan seterusnya.
Manfaat:
Melatih koordinasi visual-motor. Anak perlu memperkirakan seberapa tinggi bola dilontarkan, berapa biji yang harus terambil, serta kapan menangkapnya kembali.
Meningkatkan konsentrasi anak, dimana anak harus melempar bola, menangkap biji, dan menangkapnya kembali pada satu waktu.
Meningkatkan kemampuan kontrol gerakan jari-jari dan tangan.
MEMILIH PENDIDIKAN PRASEKOLAH
Kiat Memilih Pendidikan Prasekolah
Tiap orangtua tentu akan berusaha memberikan pendidikan yang terbaik buat putra-putrinya bahkan sejak usia prasekolah. Peranan pendidikan prasekolah dianggap makin penting karena diyakini bisa memberikan landasan yang kuat untuk tingkatan sekolah selanjutnya.
BELAKANGAN ini, ada banyak sekali tawaran program pendidikan bagi anak-anak usia prasekolah, seperti kelompok bermain (play group) dan taman kanak-kanak (TK). Orangtua harus memilihkan anaknya pendidikan prasekolah yang tepat. Karena, jika keliru memilih tempat, tak hanya berarti kerugian secara finansial, juga risiko mempertaruhkan anak menghadapi masa depannya. Lalu, bagaimanakah memilih tempat pendidikan prasekolah yang tepat yang sesuai dengan kemampuan keuangan keluarga?
Berikut ini adalah beberapa pertimbangan praktis dalam memilih prasekolah yang tepat, disarikan berdasarkan pengalaman penulis bekerja sebagai Assistant Group Leader di Uni Playhouse & Child Care Centre, Brisbane, Australia, selama dua tahun. Sebelum memutuskan memilih tempat pendidikan prasekolah, orangtua bisa mempertanyakan beberapa hal berikut.
* Pengaturan program.
Sudahkah program yang diterapkan terarah sesuai dengan kelompok umur, berdasarkan minat anak sehingga dapat meningkatkan perkembangan fisik, intelektual, sosial emosional dan kemampuan berkomunikasi untuk mengemukakan pendapatnya. Sebaiknya kegiatan dirancang dengan konsep "belajar sambil bermain" sehingga anak-anak dapat betah "belajar", dan merangsang keterlibatan anak secara aktif dalam segala aktivitas sehingga dapat meningkatkan kemandirian anak.
* Merancang aktivitas.
Sebaiknya aktivitas anak dirancang sebagai pelaksanaan dari rencana program yang telah disebutkan di atas. Aktivitas harus bervariasi sehingga anak-anak tak merasa cepat bosan. Tiap aktivitas seharusnya dilengkapi alat bantu/peraga yang menarik bagi anak. Misalnya untuk pengenalan huruf dan angka, sebaiknya menggunakan balok-balok huruf dan angka yang berukuran agak besar dengan warna-warni. Anak-anak dibiasakan mengikuti pembacaan cerita oleh guru untuk merangsang minat baca anak. Buku cerita sebaiknya bergambar jelas dengan warna menarik. Aktivitas lain yang biasa diberikan untuk mencegah kebosanan anak, antara lain memasang balok-balok (lego), melukis, bernyanyi, menari yang diiringi lagu/musik, bermain komputer dan menonton (video) program anak-anak. Anak-anak juga perlu diajak bermain di luar ruangan seperti menggunakan ayunan, prosotan, bermain air dan pasir. Jenis mainan harus sesuai dengan kelompok umur agar tidak membahayakan.
* Lama sekolah.
Pengalaman menunjukkan, makin pendek waktu sekolah anak dan/atau makin jarang mereka mengikuti program dalam seminggu, makin stres anak mengikuti program prasekolah. Ini terjadi karena secara psikologis anak mengalami proses adaptasi dengan lingkungan sekolahnya setelah hampir seharian penuh di rumah bersama orangtua atau pengasuh.
Proses adaptasi ini perlu waktu yang tak cepat sesuai dengan pribadi masing-masing anak. Hanya sedikit anak yang dapat cepat beradaptasi dengan lingkungannya. Faktor yang menghambat proses adaptasi anak dalam aktivitas prasekolah adalah rasa kedekatan yang berlebihan dengan orangtua atau pengasuhnya. Anak umumnya minta ditunggui pada saat mengikuti prasekolah. Tak jarang orangtua atau pengasuhnya harus ikut masuk kelas menunggu si anak. Proses berpisah antara anak dengan orangtua atau pengasuh pada saat mengikuti prasekolah inilah yang sangat menghambat keberanian dan kemandirian anak.
Jika program pendidikan prasekolah hanya dilaksanakan dalam waktu 2 jam sehari, maka pada saat naluri keberanian anak mulai muncul ternyata anak sudah harus pulang karena bel tanda pulang sudah berbunyi. Demikian juga halnya dengan program prasekolah yang hanya tiga kali seminggu menyebabkan anak harus mengulangi proses adaptasinya tiap kali datang ke sekolah karena kemarinnya seharian anak bersama orangtua atau pengasuh di rumah. Kedua hal di atas akan menghambat keberanian anak sehinggga kelihatannya tak ada kemajuan yang menyenangkan terhadap keberanian dan kemandirian anak. Hal ini seringkali memusingkan dan membuat para orangtua frustrasi dan menganggap si anak belum siap untuk mengikuti program prasekolah.
Kalau program prasekolah dibuat lebih lama dan rutin, misalnya 4 jam dalam sehari selama 5 - 6 kali seminggu, maka anak akan lebih mudah mengikuti program yang direncanakan dan lebih leluasa mengekspresikan dirinya, karena mereka sudah melewati masa adaptasi dengan lingkungan sekolahnya. Belajar dari pengalaman penulis di Australia bahwa sampai kurun waktu tertentu, anak justru tidak mau pulang karena mereka telah "menemukan" dirinya dalam lingkungannya, yaitu punya teman bermain dan sudah beradaptasi dengan lingkungan sekolahnya (guru-guru). Anak pada kondisi ini sudah mulai bisa menguasai dirinya sendiri, punya rasa percaya diri yang pada akhirnya anak akan berani dan mandiri. Hal ini akan dapat dicapai apabila didukung oleh program-program yang menarik yang mampu merangsang anak untuk tergabung dan larut dalam kelompoknya.
* Rasio jumlah guru dan anak.
Rasio antara jumlah guru dan anak sangat ditentukan usia anak. Jika tempat prasekolah itu menyediakan fasilitas penitipan bayi, maka rasio yang baik adalah satu orang pengasuh menangani maksimum empat bayi (0-2 tahun). Jumlah bayi dalam satu kelompok berkisar 8-10 bayi. Agar efektif, satu kelompok terdiri dari 10 bayi dan diasuh oleh 3 orang pengasuh. Untuk program Kelompok Bermain/Playgroup (2-4 tahun), maksimum rasionya adalah satu guru menangani 10 anak. Satu kelas yang efektif berisi 20-25 anak, diasuh 2 guru dan seorang asisten. Sedangkan untuk TK (5-6 tahun), rasio ideal adalah satu guru menangani 10 anak. Untuk dapat efektif, jumlah anak maksimum tiap kelas TK adalah 25-30 anak (tergantung besar/kecilnya ruangan yang digunakan), diasuh 2 guru dan seorang asisten.
* Kenyamanan dan keamanan anak.
Perhatikan fasilitas yang dimiliki seperti gedung, ruang kelas, sarana dan prasarana yang mendukung aktivitas anak seperti media pengajaran dan te! mpat untuk bermain. Telitilah media pengajaran yang dipergunakan seperti buku-buku dan alat bantu belajar lainnya. Perhatikan alat permainan yang dimiliki -- aktivitas dalam ruangan (indoor) maupun luar ruangan (outdoor) -- apakah sudah sesuai dengan harapan? Aspek keamanan dan kenyamanan dalam aktivitas anak sangat penting diperhatikan untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Misalnya untuk aktivitas outdoor, apakah dilakukan di atas tanah yang telah ditanami rumput atau ditutup dengan karpet untuk mengurangi efek benturan seandainya ada anak yang terbentur ke tanah akibat terjatuh dari tempat mainannya? Perhatikan pula jenis mainan yang disediakan, ukuran dan bahan yang digunakan harus aman dan tidak membahayakan kesehatan dan keselamatan anak.
* Penerapan disiplin.
Guru atau pengasuh sebaiknya memakai pendekatan positif dalam memberikan pengarahan dan menerapkan disiplin terhadap anak. Memberikan contoh kepada anak adalah cara yang terbaik sehingga anak-anak tidak akan merasa stres dan terbebani untuk mengikuti disiplin yang ditetapkan.
* Pemeriksaan kesehatan.
Kesehatan anak berpengaruh besar tehadap perkembangan anak. Carilah kejelasan, apakah tempat prasekolah itu menyediakan sarana pemeriksaan kesehatan secara rutin oleh tenaga medis (dokter/perawat).
* Program kunjungan.
Kunjungan ke tempat-tempat yang menarik dan penting akan menambah wawasan bagi anak-anak anda. Apakah kunjungan tersebut dilakukan secara berkala dan terorganisasi dengan baik? Apakah diperlukan persetujuan orangtua untuk mengikutsertakan anak mereka dalam kegiatan ini dan bagaimana peranan orangtua dalam kegiatan ini? Apakah perlu mambayar untuk kegiatan ekstra atau biayanya sudah termasuk dalam uang sekolah?
* Perbedaan budaya dan agama.
Perlu ditanyakan apakah sekolah/guru akan memberikan perlakuan yang sama terhadap semua anak? Ini penting untuk meyakinkan bahwa semua anak akan memperoleh perhatian dan perlakuan yang sama dengan menghargai perbedaan agama dan latar belakang budaya.
Sejumlah informasi ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memilih tempat pendidikan prasekolah yang terbaik bagi anak. Tentunya harus tetap memperhatikan kondisi keuangan keluarga karena makin berkualitas fasilitas dan program yang ditawarkan maka makin mahal biayanya.
MEMBESARKAN ANAK YANG KREATIF
Membesarkan Anak Yang Kreatif
Ibu dan ayah yang ingin membesarkan 'Michelangelo' baru mungkin perlu sedikit menahan diri.
Riset baru mengatakan bahwa anak-anak yang orang tuanya benar-benar 'membiarkan mereka' akan menjadi lebih kreatif dibandingkan anak-anak yang orang tuanya lebih banyak terlibat dalam proses kreativitas mereka. Hasil temuan tersebut dipresentasikan oleh Dr. Dale Grubb dari Baldwin-Wallace College di Berea, Ohio, dalam pertemuan tahunan American Psychological Society.Para orang tua yang suka mengajari berbagai hal kepada anak-anak mereka, cenderung mempunyai anak-anak yang kurang kreatif, demikian ia menjelaskan. Dan yang perlu digarisbawahi ialah kadang mereka terlalu berlebihan mencoba untuk terlibat dalam proses kreativitas si anak.Biarkan kreativitas mereka berkembang.
Dalam penelitian tersebut, mereka menggunakan berbagai metode pengujian untuk menilai kreativitas 29 orang anak yang berusia 3 - 6 tahun, dan kreativitas salah satu orang tua anak-anak tersebut. Grubb menjelaskan bahwa dalam satu tes mereka memberikan beberapa pertanyaan sederhana, seperti "bagaimana anda dapat menggunakan sepotong kertas?" atau "bagaimana anda dapat menggunakan sebuah kotak?", dan semakin banyak ataupun semakin 'asing' jawaban yang diberikan, maka mereka dianggap semakin kreatif. Tidak mengherankan, orang tua yang lebih kreatif tampaknya mempunyai anak-anak yang lebih kreatif. Namun Grubb mengatakan bahwa mereka masih tidak jelas apakah hal ini terjadi karena faktor genetik atau cara mereka mendidik.
Dengan memusatkan perhatian pada cara orang tua mendidik, para peneliti merekam interaksi antara orang tua dan anak mereka saat sedang bermain. Mereka membuat asumsi bahwa orang tua dengan cara mendidik yang paling mendukung dan 'memungkinkan', akan mempunyai anak-anak yang paling kreatif. "'Memungkinkan' berarti bersikap sangat fokus pada anak, bertanya kepada si anak tentang apa yang ingin ia lakukan, mengapa begini atau begitu serta hal-hal lain yang seperti itu," Grubb menjelaskan.Tetapi asumsi yang mereka buat ternyata keliru. Gaya mendidik yang 'memungkinkan' bukan hanya tidak ada kaitannya dengan tingkat kreativitas tertentu dari anak, akan tetapi malah – meskipun tidak besar – cenderung menyebabkan berkurangnya kreativitas. "Malah gaya 'Memungkinkan' ini dapat dengan mudah berkembang menjadi apa yang disebut sebagai sikap 'memaksa', yang membuat orang tua sering berkata: "jangan begitu, lakukan seperti ini", dan tidak memberikan banyak pilihan kepada anaknya," kata Grubb.
Pesan yang dapat diambil, menurut Grubb, adalah bahwa kalau orang tua menghargai kreativitas si anak dan memberikan dukungan tanpa terlalu mengarahkan dan kalau mereka sendiri memang kreatif, maka mereka mungkin akan mempunyai anak-anak yang lebih kreatif.Bagaimana hal ini dapat diterapkan ke dalam ruang bermain anak?
Pertama-tama, hindari alat-alat permainan yang memaksakan konsep struktur atau membatasi kreativitas si anak. Berikan kepada mereka kertas putih polos, bukan buku mewarnai (dengan gambar-gambar yang telah ditetapkan sebelumnya) dan biarkan mereka menemukan sendiri kemana mereka ingin pergi.
Pilih alat-alat permainan yang bentuknya lebih mudah diubah-ubah (seperti lilin mainan), ketimbang balok-balok yang saling disambung dan hanya dapat membentuk bangunan persegi yang terbatas.Namun yang paling penting, selalu berikan pujian atas usaha yang telah mereka lakukan. Mereka mungkin saja menggambar sesuatu yang konyol atau tidak masuk akal, namun tetap berikan pujian karena mereka telah mencoba membuat sesuatu yang baru, demikian saran Grubb.
ANAK TAHUN KE TIGA
ANAK TAHUN KE TIGA
Ini adalah masa dimana hal-hal positif dari kemandirian mulai mengalahkan hal-hal negatif dilihat dari sudut pandang sang anak. Banyak anak berusia 3 tahun berpisah dari ibu mereka tanpa persoalan. Ini adalah juga waktu untuk meniru, dan para orang tua dapat menggunakan kesempatan baik dari kelakuan ini untuk mengajar anak banyak hal-hal penting.
Ini adalah masa dimana hal-hal positif dari kemandirian mulai mengalahkan hal-hal negatif dilihat dari sudut pandang sang anak. Banyak anak berusia 3 tahun berpisah dari ibu mereka tanpa persoalan. Ini adalah juga waktu untuk meniru, dan para orang tua dapat menggunakan kesempatan baik dari kelakuan ini untuk mengajar anak banyak hal-hal penting.
Menahan napas.
Satu dari ulah mengejutkan yang mungkin dicoba seorang anak pada usia 2 tahun adalah menahan napas sampai matanya tergulung keatas dan kulitnya menjadi kebiruan.
Seperti kerewelan di tahun sebelumnya, kelakuan ini adalah tanda kekacauan yang sedang terjadi di dalam seorang anak. Biasanya terjadi setelah terjatuh atau dimarahi. Malangnya, refleks bernapas pada tahap ini masih belum cukup matang untuk memaksa langsung menarik napas seperti pada orang dewasa yang mencoba menahan napas. Namun, periode singkat tanpa oksigen ini tidaklah merusak otak dan tidak menimbulkan efek permanen. Menahan napas tidak menyebabkan epilepsi, seperti yang disangka orang.
Anak-anak yang melakukan hal-hal ini biasanya bersifat manipulatif dan terlalu dilindungi; bila kelakuan seperti ini dibalas dengan belas kasih dan kecemasan terlalu besar, atau menuruti kemauannya, maka anak-anak ini merasa terdorong dan segera belajar bagaimana mempengaruhi orang tuanya. Inilah waktunya untuk belajar memberi batasan terhadap kelakuan seorang anak.
Nutrisi
Kebanyakan anak pada tahun ketiga sudah mendapat makanan yang sama seperti menu orang tua mereka.
Persepsi.
Inilah waktu untuk menyortir bagi anak-anak. Mereka belajar memisahkan mainan mereka berdasarkan ukuran dan warna. Mereka juga bisa, diiringi interaksi positif orang tua, mulai mempelajari kata ganti dan konsepnya: miliknya, milikku, milik anda, milik kami, milik mereka, berbagi, kepemilikan.
Menggosok gigi
Seperti sudah disebutkan, anak-anak gemar mengikuti gerak orang dewasa, dan dapat digunakan untuk mengajari cara menggosok gigi yang benar, mungkin dengan bantuan seorang dokter gigi. Seperti kebiasaan lainnya, kebiasaan ini, bila dilakukan dengan benar, akan selalu demikian seumur hidupnya. Membersihkan gigi harus dimulai ketika gigi pertama muncul, bahkan bila si anak baru berusia 7 bulan.
Keahlian
Selama tahun ketiga, kebanyakan anak sudah mahir memakan dengan sendok, membuka baju dan memakai baju (mungkin dengan sedikit pengawasan), dan mencuci tangan. Anak pada usia ini biasanya bermain menarik tali dengan anak-anak lain, dapat membangun menara setinggi delapan balok mainan - dua kali lebih tinggi dari tahun sebelumnya - dan dapat membuat garis tegak yang hampir lurus. Kemampuan motorik menjadi cukup canggih: Kebanyakan anak pada usia 3 dapat meloncat ditempat, meloncat jauh, mengayuh sepeda roda 3, dan berdiri diatas satu kaki selama satu atau dua detik.
Berbicara
Pada suatu saat sembilan dari sepuluh anak berusia 2 tahun yang normal mulai mengkombinasikan kata-kata berbeda, mengikuti petunjuk, dan menunjukkan bagian tubuh ketika disebutkan. Kebanyakan dari mereka juga bisa menyebutkan obyek-obyek yang dikenalnya dalam sebuah foto dan mulai mengerti dan menggunakan kata majemuk.
Beberapa sebab terlambat berbicara sudah disebutkan pada tahun kedua. Anda juga harus sensitif terhadap masalah seperti gagap, keraguan dalam berbicara, dan bicara dengan bahasa bayi.
Telah disebutkan bahwa orang tua dan saudara lebih tua dapat menunda proses berbicara dengan terlalu banyak mendorong seorang anak untuk belajar bahasa. Kakaknya mungkin saja menirukan atau mengejek usaha seorang anak kecil untuk berbicara, atau menekannya terlalu banyak untuk menirukan mereka. Bila orang tua sadar akan hal ini, mereka boleh membatasi dorongan aktif mereka sendiri terhadap celoteh si anak, untuk mengurangi sebagian tekanan ini.
Kedatangan seorang bayi baru dalam keluarga dapat juga menyebabkan sedikit kemunduran pada kemampuan berbicara seorang anak usia 2 tahun, karena dia mencoba mendapatkan kembali sebagian dari perhatian yang ditarik ke adik barunya.
Hiperaktifitas
Apakah bedanya antara anak yang aktif dengan yang hiperaktif yang memerlukan perawatan medis? Pertanyaan ini mengganggu para guru, orang tua, dan dokter. Sayangnya, anak-anak kadang disebut hiperaktif dan dirawat dengan obat padahal mungkin masalahnya tidak memerlukan tindakan semacam itu.
Sebelum seorang anak dianggap hiperaktif, harus dievaluasi secara medis untuk menyaring masalah-masalah lain. Pernah hiperaktifitas disebut kerusakan otak minimal, sampai sejumlah spesialis anak menunjukkan tidak pernah dideteksi adanya hubungan antara hiperaktifitas dan kerusakan otak.
Kondisi ini sangat sulit untuk dijelaskan karena banyak anak normal yang terus menerus bergerak. Namun, anak hiperaktif atau hiperkinetis benar-benar tidak pernah diam. Tidak ada yang dapat mengunci perhatian mereka; mereka tampak didorong dari satu aktifitas ke aktifitas lainnya tanpa menyelesaikan apapun.
Pengobatan yang dianjurkan untuk hiperaktifitas yang sudah pasti termasuk obat-obatan seperti metilfenidat atau dekstroamfetamin (Dexedrin). Sering, masalahnya lebih psikologis daripada fisik; orang tua mungkin telah susah-payah meladeni seorang anak yang sangat aktif sehingga mereka membuatnya kesal karena tidak memperhatikannya. Dalam kasus lainnya, apa yang dianggap hiperaktifitas oleh seorang guru mungkin saja ketidakmampuan belajar atau masalah bahasa.
Melatih Pergi Kebelakang dan Masalah Perut
Kebanyakan anak usia 2 tahunan pada suatu saat menunjukkan keinginan aktif untuk menggunakan toilet, dan adalah tepat untuk menunggu mereka menaruh minat akan hal ini sebelum mencoba mengajari mereka untuk melakukannya. Ini seharusnya menjadi saat paling cepat dan mudah untuk mengajarkan pergi ke belakang. Namun sebaiknya tidak terlalu menekankan tugas ini atau membuatnya menjadi fokus perhatian atau pemberontakan. Seorang anak dapat dengan mudah menganggapnya seperti diejek. Bila ditangani dengan sensitif, seorang anak akan melihat latihan pergi ke belakang sebagai aspek sangat menyenangkan dari kemandirian dan akan sangat ingin mahir dalam hal ini.
Tidak ada satu cara yang paling manjur untuk mengajar pergi ke belakang. Cara yang sederhana dan tidak kentara biasanya berhasil baik. Ketika si anak kelihatan siap, mulailah dengan mendudukkannya dengan masih berpakaian lengkap di atas pispot pada waktu-waktu yang sama. Kemudian, bawalah dia ke pispot bila perlu mengganti celana. Letakkan tinja di dalam pispot untuk membantu si anak melihat apa yang harus dimasukkan ke dalam lubang tersebut. Dengan diberi kesempatan untuk menirukan anak yang lebih tua atau orang tua di kamar mandi, seorang anak akan segera mahir.
Menemani orang tua di kamar mandi juga membantu dengan beberapa aspek identitas jenis kelamin. Jangan melepaskan si anak dari pemakaian diaper terlalu cepat, atau mencoba melatih buang air malam sampai si anak minta dibantu.
Memakaikan celana model orang dewasa terlalu cepat membawa risiko bahwa si anak mungkin akan kesal dengan kegagalan dari waktu ke waktu. Dan bila si anak perlu membiasakan diri pada situasi baru, seperti kelahiran adik atau perpindahan rumah, mungkin akan ada kemunduran pada keahliannya ke kamar kecil. Reaksi yang pantas adalah menunjukkan bahwa itu semua tidak apa-apa dan bahwa anda mengerti mengapa sampai terjadi.
Untuk beberapa anak, latihan kebelakang tampaknya seperti ancaman; mereka punya rasa takut yang tidak terucapkan tentang membiarkan sesuatu dari badan mereka masuk ke dalam lubang. Ini mengakibatkan ditahannya buang air besar, jadi ketika tiba masanya untuk buang air besar akan keras dan menyakitkan. Bila buang air besar menyakitkan, otot dubur secara refleks menutup, dan masalahnya menjadi lingkaran setan.
Hal terpenting untuk orang tua dalam hal ini adalah untuk meyakinkan si anak bahwa masalahnya akan segera berlalu, bahwa dia tidak perlu khawatir akan gagal, dan bahwa dia boleh memakai diaper lagi sampai buang air besar menjadi alami dan nyaman. Pada waktu yang bersamaan, orang tua harus menggunakan pelunak tinja, yang akan membantu janji bahwa buang air besar tidak akan menyakitkan lagi.
Dari waktu ke waktu masalah ini mungkin menjadi sangat parah sehingga diperlukan supositoria (obat yang dimasukkan ke dalam dubur) atau sebuah enema (memasukkan cairan ke dalam dubur), namun hal ini jarang terjadi dan merupakan solusi yang terlalu keras untuk masalah umum. Cara-cara ini harus dijauhi sedapat mungkin.
Kadang-kadang diare merupakan masalah sangat umum pada usia 2 tahun. Hal ini kelihatannya disebabkan oleh setiap perubahan pada keseimbangan sang anak : gigi tumbuh, demam, bepergian, makanan baru. Kecuali si anak tidak bertambah berat secara normal, masalahnya mungkin menunjukkan ketidaksiapan yang normal dari saluran usus seorang anak berusia 2 tahun serta ketidakmampuan menerima makanan padat. Bila buang air besar semacam itu terjadi tidak lebih dari empat atau lima kali per hari, dan kecuali mengandung darah atau diikuti oleh gejala-gejala lainnya, maka kemungkinan besar hal ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Bila terjadi terus atau mengakibatkan dehidrasi ringan, maka harus dikonsultasikan dengan seorang dokter.
Pelecehan Anak
Pelecehan anak lebih umum dari yang disadari kebanyakan orang, dan sering menyangkut orang lain disamping orang tua. Harap berhati-hati terutama karena pengasuh anak bisa saja seorang peleceh anak. Juga penting untuk mencurigai adanya pelecehan anak bila seorang anak terus-menerus menghindari seseorang tertentu, atau bila dia menunjukkan cedera aneh yang tidak bisa dijelaskan.
Para dokter sering enggan untuk menunjukkan kemungkinan pelecehan seksual terhadap seorang anak, namun bila rasa sakit pada daerah kelamin tidak bisa dijelaskan dengan adanya benda asing atau penyakit, maka pertimbangkanlah.
Anak-anak pada usia ini merupakan korban umum pelecehan anak dari semua jenis. Setiap orang tua harus mengerti perasaan dan keinginan untuk mandiri dari seorang anak, namun bila keinginan ini berkembang menjadi kekerasan fisik, maka orang tua dan sang anak sangat memerlukan bantuan.
Di luar negeri banyak tempat yang mempunyai pusat-pusat penasehat keluarga dan nomor-nomor telepon darurat untuk membantu masalah pelecehan anak. Kebanyakan keluarga yang terlibat pelecehan anak tampaknya bisa menyesuaikan diri dengan baik sesudah mereka berkonsultasi dengan penasehat.
Benda-benda Asing dan Pika
Anak-anak berusia dua tahun senang menjelajahi lubang-lubang tubuh mereka; sekali lagi, orang tua harus waspada terhadap reaksi insting negatif mereka sendiri tentang manipulasi alat kelamin, yang masih merupakan kelakuan normal.
Manipulasi alat kelamin sering termasuk mencoba memasukkan benda ke dalam saluran kencing dan dubur, begitu pula ke dalam hidung dan telinga, dan tentu saja ke dalam mulut. Karena kemampuan bebas menjelajah, seorang anak usia 2 tahun dapat mencoba memasukkan hampir semua benda kecil ke dalam hampir semua lubang.
Keluarnya ingus hanya dari satu lubang hidung dan keluarnya cairan yang bau adalah peringatan bahwa sebuah benda asing mungkin berada di dalamnya. Pertimbangkan apakah anda akan mencoba mengeluarkan benda itu sendiri, karena masalah ini seringkali membutuhkan bantuan seorang dokter.
Juga sangat mengherankan apa saja yang dicoba ditelan oleh anak-anak. Kebanyakan benda asing mungkin dikeluarkan dengan dorongan batuk tanpa disadari, namun kecelakaan tercekik dapat terjadi dan orang tua harus tahu apa yang harus diperbuat. Bila benda cukup kecil tertahan di dalam tenggorokan dan udara masih bisa lewat, mungkin baru beberapa hari kemudian gejala-gejalanya muncul. Anak itu mungkin akan menderita serak, batuk, dan sulit menelan serta bernapas.
Masalah yang kemungkinan bisa menjadi serius lainnya adalah pika, kecenderungan beberapa anak untuk menelan barang-barang bukan makanan seperti kerikil, serpihan cat, terpentin, dan obat-obatan. Kelakuan ini mencapai puncaknya selama tahun ketiga. Ini tidak mempengaruhi semua anak kecil, namun dapat menyebabkan kerusakan otak akibatg timbal dalam cat dan sederetan racun lainnya. Lakukan apa saja untuk menjauhkan barang-barang seperti itu dari anak-anak kecil; sekitar 600.000 kasus menghirup racun terjadi di Amerika Serikat setiap tahunnya, dan keracunan serta kecelakaan merupakan penyebab terbesar kematian anak.
MENGGALI KECERDASAN
Menggali Kecerdasan Jamak Melalui Bermain
Kuning lingkaran kecil,
Merah lingkaran sedang,
Biru lingkaran besar,
Berputar di tempat........
Multiple intelegence (kecerdasan jamak) adalah kemampuan untuk memecahkan
masalah atau melakukan sesuatu yang ada nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Kecerdasan bukan sesuatu yang dapat dilihat atau dihitung, melainkan potensi
sel otak yang aktif atau nonaktif tergantung pada pengalaman hidup sehari-hari,
baik di rumah, sekolah atau di tempat lain.
Menurut Gradner, kecerdasan jamak terdiri atas kecerdasan linguistic/verbal.
Yaitu, kemampuan anak dalam mengolah bahasa; memiliki kepekaan dalam memahami
struktur, arti, dan penggunaan bahasa baik tertulis maupun tidak (anak sangat
cepat mengingat kata baru, suka berbicara, selalu ingin tahu tentang sesuatu
yang baru, dan sejenisnya).
Kecerdasan logis-matematika, yaitu kemampuan anak mengatur pola pikir induktif
dan dedukatif, bekerja dengan pola abstrak, serta berpikir logis (ciri yang
menonjol pada anak yaitu selau ingin tahu dan bertanya mengapa ini dan mengapa
itu, cepat mengingat deretan angka, mudah memahai sebab akibat dan sebagainya).
Kercedasan spasial, yaitu anak mempunyai kemampuan yang tinggi di bidang
pengamatan dan kemampuan untuk berpikir, punya kemampuan membayangkan ruang,
melukiskan kembali, mengubah atau memodifikasi bayangan melalui ruangan.
Kecerdasan kinestetik, yaitu kemapuan olah tubuh anak dalam mengekspresikan
gagasan dan emosi melalui gerakan, termasuk kemampuan untuk menangani suatu
benda dengan cekatan dan membuat sesuatu. Ini ditandai dengan kebiasaan anak
yang suka bergerak, suka menyentuh segala sesuatu, bermain dengan jari atau
belajar bahasa isyarat.
Kecerdasan musikal, yaitu kemampuan anak yang tinggi dalam menangkap aspek
bunyi secara mendalam, peka terhadap suara di sekitar. Biasanya anak senang
pada irama musik baik ketika belajar maupun beraktivitasnya yang lain.
Kecerdasan interpersonal, yaitu kemampuan anak untuk memahami dan berinteraksi
dengan orang lain secara efektif. Kecerdasan ini menuntun anak dalam memahami
bekerja sama dan berkomunikasi. Biasanya anak yang memiliki kecerdasan ini
sangat pandai bergaul, memiliki banyak teman. Mereka adalah pengamat yang baik,
berdiri tenang dan menepi namun tak satu hal pun yang luput dari pengamatannya.
Kecerdasan intrapersonal, kemampuan anak untuk membuat persepsi yang akurat
tentang diri sendiri dan memahaminya, memiliki kepekaan yang tinggi terhadap
nilai, tujuan dan perasaan. Mereka senang bekerja sendiri, namun tidak
ragu-ragu untuk berpartisipasi dalam kelompok. Kecerdasan naturalis, yaitu
kemampuan anak untuk memanfaatkan alam sekitar menjadi perhatian utamanya,
sangat peduli pada perubahan lingkungan sekitarnya, memahami tentang topik
sistem kehidupan. Kecerdasan ekstensial, yaitu kemampuan anak untuk menampilkan
kharisma diri mereka.
Bermain, suatu kegiatan yang dilakukan anak dengan atau tanpa mempergunakan
alat yang menghasilkan pengertian dan memberikan informasi, memberi kesenangan
dan mengembangkan imajinasi anak spontan dan tanpa beban.
Dunia anak adalah dunia bermain. Karena, selama rentang perkembangan usia dini
anak melakukan kegiatan dengan bermain, mulai dari bayi, balita hingga masa
kanak-kanak. Kebutuhan atau dorongan internal (terutama tumbuhnya sel saraf di
otak) sangat memungkinkan anak melakukan berbagai aktivitas bermain tanpa
mengenal lelah.
Bermain tentu menyenangkan dan merupakan suatu hal yang sangat menggembirakan
bagi jiwa dan emosi anak, karena pada masa-masa itulah mereka menemukan dunia
anak sebenarnya. Tetapi sering terjadi kesalahan fatal yang dilakukan orangtua,
guru dan pengasuh terhadap anak. Mereka salah mengartikan tentang pentingnya
bermain pada usia kanak-kanak. Di sinilah sebenarnya diperlukan pengetahuan dan
kejelian mereka untuk menangkap masa tumbuh kembang anak dengan kecerdasan yang
luar biasa.
Atas dasar kondisi itu, maka bermain sambil belajar merupakan prinsip utama
dalam mengembangkan segala potensi anak dini usia melalui stimulasi pendidikan.
Bermain sambil belajar bukan bermain bebas atau bermain sesat, melainkan suatu
aktivitas yang dirancang secara terprogram dan mengandung esensi tujuan yang
jelas. Dengan bermain sambil belajar tidak akan membosankan anak, karena dalam
bermain anak mendapatkan pengalaman yang positif dalam perkembangan diri dan
emosinya, melalui alat permainan, teman, orangtua dan alam sekitar.
Selama ini jika anak sudah bersekolah di taman kanak-kanak, orangtua kebanyakan
membebani anak dengan tuntutan yang berat. Seperti, anak harus sudah pandai
menulis, berhitung dan membaca. Padahal anak usia taman kanak-kanak masih
termasuk usia dini yaitu 0-6 tahun. Begitu juga dengan pihak sekolah. Ada
sebagian sekolah yang dalam kegiatan pembelajaran tidak menggunakan konsep
bermain dengan benar, sehingga tujuan bermain bagi anak tidak tercapai.
Seharusnya taman kanak-kanak dalam aktivitas belajar benar-benar menerapkan
moto mereka: "Bermain sambil belajar, belajar seraya bermain". Denagn demikian,
anak benar-benar merasakan dunianya dengan sempurna, berkesempatan
mengembangkan segala aspek kecerdasan yang ada pada dirinya.
Dalam kegiatan bermain sebenarnya anak menemukan pembelajaran yang hakiki. Oleh
karena itu, jangan ada pemaksaan terhadap anak. Tidak seperti orang dewasa,
anak usia dini dalam mengartikan belajar. Mereka tidak selalu harus dengan
keadaan yang teratur dan berjangka waktu tertentu. Anak-anak belajar bisa saja
sambil berlari-larian atau lewat nyanyian. Seperti lagu sederhana di atas, bagi
anak merupakan satu sarana transformasi pengetahuan. Dengan lagu itu anak
mengenal warna, bentuk, ukuran dan tempat. Melalui lagu dan permainan anak
dirangsang mengeksplorasi segala bentuk kecerdasan jamak yang ia miliki,
sehingga potensi yang terpendam di dirinya dapat terangkat dengan optimal.
Menurut hasil penelitian ilmiah yang menjadi kesepakatan internasional, usia
dini itu 0-8 tahun. Tapi di Indonesia, berdasarkan UU No 20/2003, usia dini
adalah 0-6 tahun. Sedangkan usia 7-8 tahun sudah memasuki SD. Berarti anak TK
usia 4-5 tahun masih termasuk anak usia dini.
Prof Dr Lexy J Moleong dalam wawancara sebuah majalah beberapa waktu lalu,
menegaskan tentang pengertian belajar pada anak usia dini. Menurut ia, belajar
pada anak usia dini bukan dalam arti kongkret tetapi melalui bermain. Karena
bermain adalah satu- satunya sarana paling tepat untuk anak melakukan
eksplorasi dunianya. Anak usia TK seharusnya jangan dulu dipaksakan belajar
membaca, berhitung dan menulis, apalagi dengan adanya PR (pekerjaan rumah),
katanya.
Dalam kegiatan bermain, semua aspek kecerdasan anak terpancing untuk
berkembang. Bermain pada hakikatnya merupakan pengalaman langsung yang efektif
dilakukan anak usia dini dengan dan tanpa alat permainan, (Olson, Bruner,
Heinich et al: 1996). Bagi anak, ini merupakan kesempatan yang menyenangkan, ia
melakukan dengan senang hati dan suka rela. Ketika bermain, anak dengan spontan
bereksplorasi, menemukan sendiri hal-hal yang sangat membanggakannya. Dengan
bermain anak juga mengembangkan diri dalam berbagai perkembangan emosi, fisik
dan intelektualnya (Dockett: 1960).
Menurut Piaget, anak memiliki empat tahap dalam bermain, yaitu sensorimotor
(muncul sebelum perkembangan bahasa dimulai), praoperasional (sebelum usia 2-7
tahun), operasi konkret (usia antara 7-12 tahun), operasi formal (terjadi pada
usia di atas 12 tahun). Selanjutnya dalam perkembangan anak mulai dari usia
paling muda, mereka memulai bermain dengan sebelas cara.
Kuning lingkaran kecil,
Merah lingkaran sedang,
Biru lingkaran besar,
Berputar di tempat........
Multiple intelegence (kecerdasan jamak) adalah kemampuan untuk memecahkan
masalah atau melakukan sesuatu yang ada nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Kecerdasan bukan sesuatu yang dapat dilihat atau dihitung, melainkan potensi
sel otak yang aktif atau nonaktif tergantung pada pengalaman hidup sehari-hari,
baik di rumah, sekolah atau di tempat lain.
Menurut Gradner, kecerdasan jamak terdiri atas kecerdasan linguistic/verbal.
Yaitu, kemampuan anak dalam mengolah bahasa; memiliki kepekaan dalam memahami
struktur, arti, dan penggunaan bahasa baik tertulis maupun tidak (anak sangat
cepat mengingat kata baru, suka berbicara, selalu ingin tahu tentang sesuatu
yang baru, dan sejenisnya).
Kecerdasan logis-matematika, yaitu kemampuan anak mengatur pola pikir induktif
dan dedukatif, bekerja dengan pola abstrak, serta berpikir logis (ciri yang
menonjol pada anak yaitu selau ingin tahu dan bertanya mengapa ini dan mengapa
itu, cepat mengingat deretan angka, mudah memahai sebab akibat dan sebagainya).
Kercedasan spasial, yaitu anak mempunyai kemampuan yang tinggi di bidang
pengamatan dan kemampuan untuk berpikir, punya kemampuan membayangkan ruang,
melukiskan kembali, mengubah atau memodifikasi bayangan melalui ruangan.
Kecerdasan kinestetik, yaitu kemapuan olah tubuh anak dalam mengekspresikan
gagasan dan emosi melalui gerakan, termasuk kemampuan untuk menangani suatu
benda dengan cekatan dan membuat sesuatu. Ini ditandai dengan kebiasaan anak
yang suka bergerak, suka menyentuh segala sesuatu, bermain dengan jari atau
belajar bahasa isyarat.
Kecerdasan musikal, yaitu kemampuan anak yang tinggi dalam menangkap aspek
bunyi secara mendalam, peka terhadap suara di sekitar. Biasanya anak senang
pada irama musik baik ketika belajar maupun beraktivitasnya yang lain.
Kecerdasan interpersonal, yaitu kemampuan anak untuk memahami dan berinteraksi
dengan orang lain secara efektif. Kecerdasan ini menuntun anak dalam memahami
bekerja sama dan berkomunikasi. Biasanya anak yang memiliki kecerdasan ini
sangat pandai bergaul, memiliki banyak teman. Mereka adalah pengamat yang baik,
berdiri tenang dan menepi namun tak satu hal pun yang luput dari pengamatannya.
Kecerdasan intrapersonal, kemampuan anak untuk membuat persepsi yang akurat
tentang diri sendiri dan memahaminya, memiliki kepekaan yang tinggi terhadap
nilai, tujuan dan perasaan. Mereka senang bekerja sendiri, namun tidak
ragu-ragu untuk berpartisipasi dalam kelompok. Kecerdasan naturalis, yaitu
kemampuan anak untuk memanfaatkan alam sekitar menjadi perhatian utamanya,
sangat peduli pada perubahan lingkungan sekitarnya, memahami tentang topik
sistem kehidupan. Kecerdasan ekstensial, yaitu kemampuan anak untuk menampilkan
kharisma diri mereka.
Bermain, suatu kegiatan yang dilakukan anak dengan atau tanpa mempergunakan
alat yang menghasilkan pengertian dan memberikan informasi, memberi kesenangan
dan mengembangkan imajinasi anak spontan dan tanpa beban.
Dunia anak adalah dunia bermain. Karena, selama rentang perkembangan usia dini
anak melakukan kegiatan dengan bermain, mulai dari bayi, balita hingga masa
kanak-kanak. Kebutuhan atau dorongan internal (terutama tumbuhnya sel saraf di
otak) sangat memungkinkan anak melakukan berbagai aktivitas bermain tanpa
mengenal lelah.
Bermain tentu menyenangkan dan merupakan suatu hal yang sangat menggembirakan
bagi jiwa dan emosi anak, karena pada masa-masa itulah mereka menemukan dunia
anak sebenarnya. Tetapi sering terjadi kesalahan fatal yang dilakukan orangtua,
guru dan pengasuh terhadap anak. Mereka salah mengartikan tentang pentingnya
bermain pada usia kanak-kanak. Di sinilah sebenarnya diperlukan pengetahuan dan
kejelian mereka untuk menangkap masa tumbuh kembang anak dengan kecerdasan yang
luar biasa.
Atas dasar kondisi itu, maka bermain sambil belajar merupakan prinsip utama
dalam mengembangkan segala potensi anak dini usia melalui stimulasi pendidikan.
Bermain sambil belajar bukan bermain bebas atau bermain sesat, melainkan suatu
aktivitas yang dirancang secara terprogram dan mengandung esensi tujuan yang
jelas. Dengan bermain sambil belajar tidak akan membosankan anak, karena dalam
bermain anak mendapatkan pengalaman yang positif dalam perkembangan diri dan
emosinya, melalui alat permainan, teman, orangtua dan alam sekitar.
Selama ini jika anak sudah bersekolah di taman kanak-kanak, orangtua kebanyakan
membebani anak dengan tuntutan yang berat. Seperti, anak harus sudah pandai
menulis, berhitung dan membaca. Padahal anak usia taman kanak-kanak masih
termasuk usia dini yaitu 0-6 tahun. Begitu juga dengan pihak sekolah. Ada
sebagian sekolah yang dalam kegiatan pembelajaran tidak menggunakan konsep
bermain dengan benar, sehingga tujuan bermain bagi anak tidak tercapai.
Seharusnya taman kanak-kanak dalam aktivitas belajar benar-benar menerapkan
moto mereka: "Bermain sambil belajar, belajar seraya bermain". Denagn demikian,
anak benar-benar merasakan dunianya dengan sempurna, berkesempatan
mengembangkan segala aspek kecerdasan yang ada pada dirinya.
Dalam kegiatan bermain sebenarnya anak menemukan pembelajaran yang hakiki. Oleh
karena itu, jangan ada pemaksaan terhadap anak. Tidak seperti orang dewasa,
anak usia dini dalam mengartikan belajar. Mereka tidak selalu harus dengan
keadaan yang teratur dan berjangka waktu tertentu. Anak-anak belajar bisa saja
sambil berlari-larian atau lewat nyanyian. Seperti lagu sederhana di atas, bagi
anak merupakan satu sarana transformasi pengetahuan. Dengan lagu itu anak
mengenal warna, bentuk, ukuran dan tempat. Melalui lagu dan permainan anak
dirangsang mengeksplorasi segala bentuk kecerdasan jamak yang ia miliki,
sehingga potensi yang terpendam di dirinya dapat terangkat dengan optimal.
Menurut hasil penelitian ilmiah yang menjadi kesepakatan internasional, usia
dini itu 0-8 tahun. Tapi di Indonesia, berdasarkan UU No 20/2003, usia dini
adalah 0-6 tahun. Sedangkan usia 7-8 tahun sudah memasuki SD. Berarti anak TK
usia 4-5 tahun masih termasuk anak usia dini.
Prof Dr Lexy J Moleong dalam wawancara sebuah majalah beberapa waktu lalu,
menegaskan tentang pengertian belajar pada anak usia dini. Menurut ia, belajar
pada anak usia dini bukan dalam arti kongkret tetapi melalui bermain. Karena
bermain adalah satu- satunya sarana paling tepat untuk anak melakukan
eksplorasi dunianya. Anak usia TK seharusnya jangan dulu dipaksakan belajar
membaca, berhitung dan menulis, apalagi dengan adanya PR (pekerjaan rumah),
katanya.
Dalam kegiatan bermain, semua aspek kecerdasan anak terpancing untuk
berkembang. Bermain pada hakikatnya merupakan pengalaman langsung yang efektif
dilakukan anak usia dini dengan dan tanpa alat permainan, (Olson, Bruner,
Heinich et al: 1996). Bagi anak, ini merupakan kesempatan yang menyenangkan, ia
melakukan dengan senang hati dan suka rela. Ketika bermain, anak dengan spontan
bereksplorasi, menemukan sendiri hal-hal yang sangat membanggakannya. Dengan
bermain anak juga mengembangkan diri dalam berbagai perkembangan emosi, fisik
dan intelektualnya (Dockett: 1960).
Menurut Piaget, anak memiliki empat tahap dalam bermain, yaitu sensorimotor
(muncul sebelum perkembangan bahasa dimulai), praoperasional (sebelum usia 2-7
tahun), operasi konkret (usia antara 7-12 tahun), operasi formal (terjadi pada
usia di atas 12 tahun). Selanjutnya dalam perkembangan anak mulai dari usia
paling muda, mereka memulai bermain dengan sebelas cara.
1. Sensorimotor:
bermain dengan penginderaan dan anggota badan.
bermain dengan penginderaan dan anggota badan.
2. Bermain fungsional: bermain
dengan menggunakan anggota tubuhnya.
dengan menggunakan anggota tubuhnya.
3. Bermain pengamatan: anak tidak bermain
ia hanya mengamati. Dengan melihat anak lain bermain, ia sudah puas.
ia hanya mengamati. Dengan melihat anak lain bermain, ia sudah puas.
4. Bermain
pasif, mereka melakukan kegiatan tanpa gerakan aktif. Contohnya menonton acara
TV, mendengarkan musik dan sebagainya.
pasif, mereka melakukan kegiatan tanpa gerakan aktif. Contohnya menonton acara
TV, mendengarkan musik dan sebagainya.
5. Bermain aktif: anak bermain dengan
keaktifan anggota tubuhnya.
keaktifan anggota tubuhnya.
6. Bermain soliter: bermain sendiri tanpa
membutuhkan teman.
membutuhkan teman.
7. Bermain pararel:
bermain berdekatan dengan anak yang
lain, namun tidak ada interaksi anatara keduanya (anak bermain berda
mpingan).
lain, namun tidak ada interaksi anatara keduanya (anak bermain berda
mpingan).
8. Bermain sosial:
bermain bersama teman dengan interaksi dan
sosialisasi (anak bermain berhadapan).
sosialisasi (anak bermain berhadapan).
9. Bermain kooperatif:
bermain bersama teman dengan peran dan tugas masing-masing.
10. Bermain peran:
bermain dengan memerankan berbagai profesi, atau benda. Pada poin ini terjadi mega komunikasi,
di mana anak mampu berbicara melebihi kemampuannya dalam menggambarkan situasi
yang sebenarnya.
di mana anak mampu berbicara melebihi kemampuannya dalam menggambarkan situasi
yang sebenarnya.
11. Bermain simbolik:
anak bermain dengan simbol berupa berbagai pesan.
Fungsi bermain bagi anak adalah inti dari belajar. Melalui bermain anak
mengembangkan dan berlatih keterampilan, belajar memahami bagaimana kerja
segala hal yang ada di dunia ini, membanguan pemahaman dan pengetahuan. Dengan
bermain, anak berinteraksi sesuai caranya sendiri seperti penjelajahan,
melakukan pilihan dan berbuat salah, mengalami sebab akibat dan have fun.
Anak dikatakan bermain jika memenuhi kriteria self chosen dan self directed.
Anak yang kompeten dan berpengalaman dalam bermain akan menjadi pelajar yang
kreatif, pede, dan memiliki motivasi diri. Yang utama, bermain adalah kerja
bagi anak.
Dengan bermain anak tidak hanya menyerap informasi tapi mereka juga bekerja
dengan informasi tersebut, bagaimana aplikasinya dan terus melakukan percobaan
berulang-ulang sampai informasi tersebut dimengerti anak.
Ketika bermain, fisik anak juga belajar memahami bagaimana kerja tubuhnya,
memperkuat dan mengembangkan otot dan kordinasinya melalui gerak, melatih
motorik halusnya (memungut benda-benda kecil, biji-bijian, potongan kertas
kecil dan sebagainya). Begitu juga dengan motorik kasar dan keseimbangan,
misalnya koprol, memanjat, berlari, jalan dan lain-lain.
Di dalam kegiatan bermain anak juga mengembangkan keterampilan emosinya, rasa
percaya diri pada orang lain, kemandirian dan keberanian untuk berinisiatif.
Bermain pura-pura menjadi orang lain, binatang, atau karakter orang lain
merupakan tahapan yang sangat menonjol. Anak belajar melihat dari sisi orang
lain (empati). Misalnya anak bermasalah ketika dibawa ke dokter, orangtua dapat
bermain pura-pura untuk mengatasi rasa ketakutan anak.
Dalam bermain anak mendapatkan penemuan intelektual. Misal, anak bermain
mengisi dan mengosongkan botol, anak belajar volume, dan lain-lain. Kelebihan
lain yang didapat anak dalam bermain adalah berkembangnya multiple intelegen
(kecerdasan jamak).
Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan, bermain adalah sarana melatih
keterampilan yang dibutuhkan anak untuk menjadi individual yang kompeten.
Bermain adalah pengalaman multi dimensi yang melibatkan semua indera dan
menggugah kecerdasan jamak seseorang. Selain itu bermain memberikan situasi
aman, bebas ancaman bagi anak, di mana anak berani menjelajahi dan mulai
memahami dunia orang tua.
Bermain membantu anak mengurangi stres, dan mengembangkan rasa humornya.
Bermain merupakan kendaraan untuk belajar bagaimana belajar (learning how to
learn). Melalui bermain anak bertanya, meneliti lingkungan, belajar mengambil
keputusan, berlatih peran sosial. Dan, secara umum memperkuat seluruh aspek
kehidupan anak yang membuat anak menyadari kemampuan dan kelebihannya.
Tugas kita orangtua dan pengajar khususnya guru taman kanak-kanak, benar-benar
memahami pengertian dan manfaat bermain bagi anak. Jangan sampai terjadi
kesalahan dalam memberikan arahan dan bimbingan dalam masa pembelajarna melalui
bermain. Mari kita ciptakan tunas muda yang berkualitas tinggi, demi mencapai
cita-cita bersama menjadi generasi penerus bangsa yang unggul dan bermartabat.
Fungsi bermain bagi anak adalah inti dari belajar. Melalui bermain anak
mengembangkan dan berlatih keterampilan, belajar memahami bagaimana kerja
segala hal yang ada di dunia ini, membanguan pemahaman dan pengetahuan. Dengan
bermain, anak berinteraksi sesuai caranya sendiri seperti penjelajahan,
melakukan pilihan dan berbuat salah, mengalami sebab akibat dan have fun.
Anak dikatakan bermain jika memenuhi kriteria self chosen dan self directed.
Anak yang kompeten dan berpengalaman dalam bermain akan menjadi pelajar yang
kreatif, pede, dan memiliki motivasi diri. Yang utama, bermain adalah kerja
bagi anak.
Dengan bermain anak tidak hanya menyerap informasi tapi mereka juga bekerja
dengan informasi tersebut, bagaimana aplikasinya dan terus melakukan percobaan
berulang-ulang sampai informasi tersebut dimengerti anak.
Ketika bermain, fisik anak juga belajar memahami bagaimana kerja tubuhnya,
memperkuat dan mengembangkan otot dan kordinasinya melalui gerak, melatih
motorik halusnya (memungut benda-benda kecil, biji-bijian, potongan kertas
kecil dan sebagainya). Begitu juga dengan motorik kasar dan keseimbangan,
misalnya koprol, memanjat, berlari, jalan dan lain-lain.
Di dalam kegiatan bermain anak juga mengembangkan keterampilan emosinya, rasa
percaya diri pada orang lain, kemandirian dan keberanian untuk berinisiatif.
Bermain pura-pura menjadi orang lain, binatang, atau karakter orang lain
merupakan tahapan yang sangat menonjol. Anak belajar melihat dari sisi orang
lain (empati). Misalnya anak bermasalah ketika dibawa ke dokter, orangtua dapat
bermain pura-pura untuk mengatasi rasa ketakutan anak.
Dalam bermain anak mendapatkan penemuan intelektual. Misal, anak bermain
mengisi dan mengosongkan botol, anak belajar volume, dan lain-lain. Kelebihan
lain yang didapat anak dalam bermain adalah berkembangnya multiple intelegen
(kecerdasan jamak).
Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan, bermain adalah sarana melatih
keterampilan yang dibutuhkan anak untuk menjadi individual yang kompeten.
Bermain adalah pengalaman multi dimensi yang melibatkan semua indera dan
menggugah kecerdasan jamak seseorang. Selain itu bermain memberikan situasi
aman, bebas ancaman bagi anak, di mana anak berani menjelajahi dan mulai
memahami dunia orang tua.
Bermain membantu anak mengurangi stres, dan mengembangkan rasa humornya.
Bermain merupakan kendaraan untuk belajar bagaimana belajar (learning how to
learn). Melalui bermain anak bertanya, meneliti lingkungan, belajar mengambil
keputusan, berlatih peran sosial. Dan, secara umum memperkuat seluruh aspek
kehidupan anak yang membuat anak menyadari kemampuan dan kelebihannya.
Tugas kita orangtua dan pengajar khususnya guru taman kanak-kanak, benar-benar
memahami pengertian dan manfaat bermain bagi anak. Jangan sampai terjadi
kesalahan dalam memberikan arahan dan bimbingan dalam masa pembelajarna melalui
bermain. Mari kita ciptakan tunas muda yang berkualitas tinggi, demi mencapai
cita-cita bersama menjadi generasi penerus bangsa yang unggul dan bermartabat.
Kamis, 08 Oktober 2009
SEPUTAR PEMBERIAN ASI
INFORMASI SEPUTAR PEMBERIAN ASI
INISIASI MENYUSU DINI
Untuk menunjang keberhasilan ASI eksklusif, saat ini tengah digalakkan Early Latching On (ELO) atau lebih dikenal dengan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). IMD ini dilakukan langsung setelah bayi dilahirkan (tubuh bayi hanya dikeringkan kecuali bagian tangan dan tidak dimandikan), dengan meletakkan bayi pada dada ibu dan membiarkannya mencari puting ibu dan menyusu secara alami. Ini berlangsung selama bayi masih terjaga, +/- 1-2 jam setelah kelahirannya. Proses IMD dapat dilakukan pada persalinan normal maupun c aesar (usahakan ibu tidak dibius total agar tidak memperngaruhi tingkat kesadaran bayi saat melakukan IMD).
Mengapa kontak kulit ibu dan bayi begitu penting saat IMD?
Dada ibu me nghangatkan bayi dan dapat menurunkan resiko Hypothermia dan kematian akibat kedinginan
Bayi berkurang stress, lebih tenang, pernafasan dan detak jantung lebih stabil
Bayi terpapar kuman ibu yang TIDAK BERBAHAYA, bakteri kemudian membentuk koloni dalam usus bayi yang bertugas memerangi bakteri lainnya yang jahat
Bayi memperoleh kolostrum (liquid gold )
Sentuhan bayi merangsang hormon oksitosin
Pertemuan pertama orangtua dan bayi yang begitu menyenangkan
Tata Laksana IMD (Inisiasi Menyusui Dini):
Ibu didampingi suami dan/atau anggota keluarga yang turut mendukung IMD
Anjurkan tindakan tanpa obat dalam membantu kegiatan persalinan (termasuk untuk episiotomi yang tidak diperlukan)
Izinkan posisi melahirkan yang sesuai yang dipilih oleh ibu
Segera setelah bayi menangis, keringkan dengan tetap mempertahankan vernix (terutama pada bagian tangan) – tidak perlu dilakukan suction pada mulut dan hidung bayi apabila bayi sudah bisa menangis sendiri
Letakkan bayi telanjang, posisi tengkurap dan menghadap ibu, pada dada telanjang ibu sehingga terjadi kontak kulit – selimuti keduanya bila perlu
Biarkan bayi mencari sendiri payudara ibu, jangan dipaksakan pada puting ibu.
Untuk menunjang keberhasilan ASI eksklusif, saat ini tengah digalakkan Early Latching On (ELO) atau lebih dikenal dengan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). IMD ini dilakukan langsung setelah bayi dilahirkan (tubuh bayi hanya dikeringkan kecuali bagian tangan dan tidak dimandikan), dengan meletakkan bayi pada dada ibu dan membiarkannya mencari puting ibu dan menyusu secara alami. Ini berlangsung selama bayi masih terjaga, +/- 1-2 jam setelah kelahirannya. Proses IMD dapat dilakukan pada persalinan normal maupun c aesar (usahakan ibu tidak dibius total agar tidak memperngaruhi tingkat kesadaran bayi saat melakukan IMD).
Mengapa kontak kulit ibu dan bayi begitu penting saat IMD?
Dada ibu me nghangatkan bayi dan dapat menurunkan resiko Hypothermia dan kematian akibat kedinginan
Bayi berkurang stress, lebih tenang, pernafasan dan detak jantung lebih stabil
Bayi terpapar kuman ibu yang TIDAK BERBAHAYA, bakteri kemudian membentuk koloni dalam usus bayi yang bertugas memerangi bakteri lainnya yang jahat
Bayi memperoleh kolostrum (liquid gold )
Sentuhan bayi merangsang hormon oksitosin
Pertemuan pertama orangtua dan bayi yang begitu menyenangkan
Tata Laksana IMD (Inisiasi Menyusui Dini):
Ibu didampingi suami dan/atau anggota keluarga yang turut mendukung IMD
Anjurkan tindakan tanpa obat dalam membantu kegiatan persalinan (termasuk untuk episiotomi yang tidak diperlukan)
Izinkan posisi melahirkan yang sesuai yang dipilih oleh ibu
Segera setelah bayi menangis, keringkan dengan tetap mempertahankan vernix (terutama pada bagian tangan) – tidak perlu dilakukan suction pada mulut dan hidung bayi apabila bayi sudah bisa menangis sendiri
Letakkan bayi telanjang, posisi tengkurap dan menghadap ibu, pada dada telanjang ibu sehingga terjadi kontak kulit – selimuti keduanya bila perlu
Biarkan bayi mencari sendiri payudara ibu, jangan dipaksakan pada puting ibu.
Dukung dan bantu ibu untuk mengenali tanda-tanda atau perilaku bayi sebelum menyusu ( pre feeding) yang dapat berlangsung beberapa menit atau satu jam bahkan lebih, di antaranya:
· Istirahat sebentar dalam keadaan siaga, menyesuaikan dengan lingkungan
· Memasukkan tangan ke mulut, gerakan mengisap, atau mengeluarkan suara
· Bergerak ke arah payudara
· Daerah areola biasanya yang menjadi sasaran
· Menyentuh puting susu dengan tangannya
· Menemukan puting susu, reflek mencari puting ( rooting) melekat dengan mulut terbuka lebar
Bayi berada dalam keadaan alert /sadar rata-rata selama 2 jam setelah kelahiran – apabila setelah 1 jam bayi tidak berhasil menemukan puting ibu, dapat dibantu dengan diarahkan
Pertahankan kontak kulit antara ibu dan bayi sampai dengan dan selama bayi menyusu
Bantu ibu yang melahirkan secara sectio untuk sedapat mungkin berhasil melakukan kontak kulit dan IMD
Tunda prosedural rumah sakit terhadap bayi, seperti bayi ditimbang, diukur, diberi salep mata, disinar, dicap, suntikan vitamin, dll sampai dengan bayi selesai menyusu
Bayi jangan diberikan cairan pre laktal, kecuali ada indikasi medis
Dengan rawat gabung ibu (bayi selalu bersama ibu selama 24 jam) akan mudah merespon bayi dan menghindari potensi pemberian susu formula dan makanan atau minuman pre laktal.
PELEKATAN YANG BENAR SAAT MENYUSUI
Langkah pertama untuk mendapatkan pelekatan yang benar adalah dengan membuat bayi membuka mulutnya secara lebar. Arahkan puting ke hidung bayi dan posisi kepala bayi di bawah payudara ibu. Tempelkan payudara atau areola pada bibir bawah bayi dan doronglah bayi untuk membuka mulutnya dengan lebar seolah-olah sedang menguap.
Ketika bayi sudah membuka mulutnya dengan lebar, tariklah bayi secara cepat ke arah payudara dengan cara menggerakkan badan (bukan kepala bayi ke arah ibu) dengan lengan yang sedang menopang. Pastikan bahwa bayi yang digerakkan ke arah payudara ibu dan bukan sebaliknya.
Pelekatan yang benar:
Chin - pastikan dagu bayi menempel pada payudara ibu
Areola – pastikan bahwa yang masuk ke dalam mulut bayi adalah puting dan sebagian besar areola yang berada di bagian bawah mulut bayi lebih sedikit dibandingkan dengan areola yang berada di atas mulut bayi
Lips – pastikan bahwa baik bibir atas maupun bibir bawah bayi terputar ke luardan tidak terlipat ke dalam ataupun berbentuk monyong
Mouth – pastikan bahwa mulut bayi terbuka lebar dan menempel pada payudara ibu
Posisi badan ibu dan bayi:
Biarkan kepala bayi terjatuh pada pertengahan lengan bawah atau pergelangan tangan ibu
Pegang bagian belakang dan bahu bayi
Hadapkan seluruh badan bayi pada badan ibu
Dekap bayi di bawah payudara
Dada bayi melekat di bawah dasar payudara (dada ibu)
Dagu bayi menempel pada payudara
Hidung bayi menjauhi payudara
Bahu dan lengan ibu tidak tegang dan dalam posisi natural
Tanda ASI cukup:
BAK 5-6x sehari
BAB 2x/lebih sehari
Mengakhiri menyusu sendiri
Bayi relaks dan puas setelah minum
Kunci keberhasilan dalam menyusui – 5 C:
Class – mengikuti kelas tatalaksana menyusui yang diselenggarakan oleh pihak rumah sakit, rumah bersalin, asosiasi pendukung ibu-ibu ASI, dll
Camaraderie – lingkungan yang mendukung (keluarga, rekan kerja, kelompok pendukung ibu-bu ASI), memilih RS yang menerapkan 10 langkah menuju keberhasilan ASI yang ditetapkan WHO
Consultants – menghubungi pihak-pihak yang ahli mengenai ASI (dokter anak yang pro dan memiliki pengetahuan tentang ASI, klinik/konselor laktasi, asosiasi pendukung ibu-ibu ASI)
Confidence – percaya diri (percayalah bahwa setiap ibu pasti bisa menyusui bayinya)
Commitment – dengan komitmen, akan mengupayakan segala cara demi keberhasilan ASI ekslusif
ASI VS SUSU FORMULA
Manfaat ASI bagi ibu:
Mencegah pendarahan post partum – hisapan bayi menghasilkan hormon progesteron yang merangsang kontraksi rahim untuk mencegah pendarahan
Mengecilkan rahim – dengan meningkatnya hormon oksitosin, membantu rahim kembali ke ukuran semula
Mengurangi terjadinya anemia – resiko anemia karena kekurangan zat besi dapat dihindari dengan penundaan kembalinya masa haid dan pengurangan pendarahan
Menunda kesuburan – pelaksanaan ASI eksklusif dan tanpa haid memiliki kemungkinan hamil hanya 1,8%, dan dengan haid 27,8%
Lebih cepat langsing kembali – diperlukan energi untuk menyusui dan pembentukan ASI diambil dari cadangan lemak yang tertimbun
Menimbulkan ikatan batin yang kuat antara ibu dan anak
Membantu proses pendisiplinan anak – orangtua belajar membaca tanda-tanda yang diberikan anak dan anakpun belajar mempercayai ibunya - dasar pengembangan rasa hormat pada orangtua
Mengurangi kemungkinan kanker payudara, rahim dan ovarium
Mengurangi kemungkinan osteoporosis dan rematik – resiko terkena osteoporosis 4 kali lebih kecil dibandingkan dengan wanita yang tidak menyusui
Tidak merepotkan dan hemat waktu – dapat segera diberikan tanpa harus memasak air, menakar susu, mencuci dan mensterilkan botol, menunggu susu agar tidak terlalu panas,dll
Portabel dan praktis – mudah dibawa, kapan dan di mana saja, siap minum dengan suhu yang selalu tepat
Lebih ekonomis/murah – tidak perlu membeli susu formula dan perlengkapannya
Menghemat biaya pengobatan – bayi dengan susu formula 16 kali lebih sering dirawat di rumah sakit
Manfaat bagi ibu bekerja –penelitian menunjukkan prestasi kerja ibu ASI ekslusif meningkat dan lebih jarang bolos ke kantor (25%) dibandingkan dengan ibu susu formula
Manfaat ASI bagi bayi:
ASI sebagai nutrisi – lengkap dan mudah dicerna
ASI meningkatkan daya tahan tubuh
ASI meningkatkan kecerdasan – memiliki IQ 7-10 poin lebih tinggi dari anak susu formula, bahkan 12,9 poin saat usia 9,5 th
ASI meningkatkan perkembangan emosi, kepribadian dan percaya diri – ikatan yang terjadi saat menyusui membuat anak percaya pada orang lain (ibunya) dan berkembang menjadi rasa percaya diri
Berdasarkan penelitian di beberapa negara, ditemukan bahwa bahaya pemberian susu formula pada bayi sbb:
Meningkatnya resiko asma
Meningkatnya resiko penyakit pernafasan
Meningkatnya resiko alergi
Perkembangan kognitif yang menurun
Meningkatnya resiko infeksi akibat susu formula yang terkontaminasi (butiran kaca, mikroorganisme, lapisan dalam kaleng yang mengelupas, butiran metal, PVC, bakteri salmonella, proses produksi yang tidak higienis, dll)
Meningkatnya resiko kanker pada anak-anak
Meningkatnya resiko diabetes
Meningkatnya resiko penyakit jantung
Meningkatnya resiko obesitas
Meningkatnya resiko infeksi saluran pencernaan
Meningkatnya resiko kematian (akibat diare, saluran pernafasan dan SIDS/ Sudden Infant Death Syndrome
Meningkatnya resiko infeksi saluran telinga
Meningkatnya resiko efek samping dari pencemaran lingkungan
Meningkatnya resiko penyakit lainnya
PENYAKIT SALURAN PERNAFASAN
Penyakit Seputar Saluran Pernafasan – Common Problem in Pediatrics (2)
Pada edisi kali ini, akan dibahas penyakit-penyakit yang umum terjadi pada saluran pernafasan. Apa saja jenis penyakitnya, dan bagaimana sebaiknya kita sebagai orangtua menyikapinya, yuk, kita simak lengkap di bawah ini!
Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) – Selesma (Flu)
Flu disebabkan oleh virus dan biasanya, lamanya terinfeksi 5 hari - 2 minggu, tergantung daya tahan tubuh dan ada tidaknya orang lain di sekitar, yang juga terinfeksi.
Ingus/pilek yang keluar saat flu, adalah mekanisme tubuh untuk membuang virus yang tengah berkembang biak di rongga hidung dan sekitarnya.
Cara penularan flu:
Melalui batuk atau bersin
Kontak langsung
Pemakaian suatu barang bersama-sama
Udara dingin atau karena tidak memakai baju hangat sehingga anak masuk angin, bukanlah penyebab flu
Gejala flu:
Hidung meler dan buntu
Mata merah berair
Diawali dengan ingus encer dan bening, kemudian menjadi kental dan kehijauan, diakhiri dengan ingus yg kembali bening dan encer
Batuk
Bersin
Suara agak serak
Nyeri dan sakit pada tulang, sendi dan otot
Demam
Cara mengatasi:
Pada dasarnya yang dapat menyembuhkan flu adalah sistem imun (tentunya butuh waktu), bukan obat flu, bukan antibiotik, bukan juga vitamin C.
Berbagai penelitian membuktikan bahwa dengan atau tanpa obat , waktu penyembuhan akan tetap sama
Bila anak demam dengan suhu >38,5 C, berikan paracetamol
Bila ingus sangat kental, berikan air garam steril (NaCl 0,9%) sebagai tetes hidung (dapat dibeli di apotek dengan dosis sesuai anjuran dokter/petugas kesehatan). Air garam ini tidak menimbulkan efek samping karena merupakan air garam yg ada di dalam tubuh kita
Sedot ingus dengan menggunakan alat pengisap lendir juga membantu mengurangi sumbatan, sebelum bayi minum susu atau sebelum tidur
Ciptakan ruangan yg lembab dengan memasang humidifier, pelembab udara atau letakkan seember air panas dalam ruangan.
Perbanyak mengkonsumsi cairan (air putih, air buah, dll).
Pencegahan:
Cuci tangan
Jauhkan anak dari penderita selesma terutama bayi <3 bulan
Ajarkan anak untuk tidak menggunakan barang milik orang lain terutama peralatan makan dan minum, saputangan, serbet, handuk, dll
Ajarkan anak untuk menutup mulut dengan tissue saat abtuk atau bersin
Jaga kebersihan rumah terutama kamar mandi dan dapur
Konsultasikan ke dokter jika:
Bayi <3 bulan
Demam > 72 jam
Batuk > 1 minggu atau batuk hebat dengan muntah-muntah
Rewel dan letargi (kesadaran menurun)
Sesak napas atau tampak kebiruan sekitar bibir dan mulut
Jarang buang air kecil atau tidak mau minum
Dahak ada darahnya
Ingus hijau kental > 2 minggu
Batuk
Batuk adalah salah satu mekanisme pertahanan tubuh , berupa daya refleks untuk membersihkan saluran pernafasan kita dari lendir atau benda asing yang tersedak (susu, kacang, dll).
Jenis batuk:
Batuk yang menggonggong (barking)
Penyebabnya adalah krup/infeksi virus yang menyebabkan radang disaluran pernafasan atas (pita suara dan pipa udara (trakea) akibat virus, atau bisa juga karena alergi atau perubahan suhu di malam hari. Biasa menyerang anak usia 6 bulan – 3 tahun.
Krup bisa terjadi secara mendadak di tengah malam, dengan batuk yang seperti menggonggong atau menyalak dan seolah tanpa henti. Cara mengatasi: buat ruangan lembab (memasang humidifier, pelembab udara atau letakkan seember air panas dalam ruangan) dan hubungi dokter.
Batuk dengan mengi
Mengi adalah suara nafas yang muncul saat anak mengeluarkan nafas. Penyebabnya antara lain pembengkakan di saluran pernapasan , asma, atau adanya benda yang menyumbat saluran pernafasan. Bila anak pernah mengalami sebelumnya, kemungkinan besar asma. Cara mengatasi: berikan obat hirup/inhaler yang telah diresepkan dokter dan hubungi dokter jika tidak membaik. Bila anak belum pernah mengalami, hubungi dokter, karena adanya kemungkinan tersedak benda asing.
Batuk dengan selesma atau flu
Umumnya flu disertai batuk (baik batuk kering ataupun berdahak). Batuk biasanya berlangsung 1 minggu dan umumnya justru terjadi saat gejala flu sudah reda.
Batuk dengan demam
Bila anak batuk, demam tidak tinggi dan pilek, biasanya adalah flu. Bila saat demam hari ke 3-4 timbul ruam yang khas, ada kemungkinan itu campak (disebabkan oleh virus). Bila batuk disertai demam tinggi >39C, anak lesu dan nafasnya cepat, segera hubungi dokter, karena dikhawatirkan pneumonia.
Batuk dengan muntah
Bila anak batuk dan akhirnya muntah, ini disebabkan karena banyaknya dahak yang masuk ke lambung anak sehingga timbul rasa mual. Tidak membahayakan kecuali muntahnya terus menerus.
Batuk secara mendadak
Biasanya karena ada makanan, cairan atau muntahan yang salah masuk ke dalam saluran pernafasan, sejumlah kecil makanan atau benda kecil yang terperangkap di kerongkongan anak. Bila batuk tidak kunjung reda hubungi dokter.
Batuk malam hari
Batuk yang sering memburuk di malam hari, dikarenakan saat anak berbaring, sumbatan pada hidung dan sinus mengalir ke tenggorokan dan menimbulkan iritasi.
Batuk siang hari
Umumnya penyebabnya adalah alergi, asma, flu dan infeksi saluran pernafasan lainnya. Udara dingin atau aktivitas fisik dapat memperberat batuk, dan seringkali membaik pada malam hari/saat beristirahat. Sebaiknya AC tidak dinyalakan, tidak ada binatang piaraan atau asap, yang menyebabkan anak batuk.
Batuk menetap untuk jangka lama
Batuk karena salesma bisa sampai dengan 3 minggu. Asma, alergi, atau infeksi kronis di sinus atau jalan nafas mungkin juga jadi penyebab batuk yang lama. Jika lebih dari sebulan, konsultasikan ke dokter.
Batuk pada bayi
Bayi <6 bulan rentan terkena RSV (respiratory syncitial virus) yang bisa menyebabkan bronkiolitis dan pneumonia.
Batuk disertai bunyi saat menarik nafas (whooping coughs)
Bunyi whoop sering terdengar setelah anak batuk , yaitu pada saat anak tersebut berusaha menarik nafas dalam setelah batuk terus menerus selama beberapa kali. Jika begitu, ada kemungkinan bayi terkena batuk rejan/pertusis, terlebih bila belum mendapatkan vaksin DPT. Konsultasikan ke dokter.
Batuk dengan stridor
Berbeda dengan mengi, stridor merupakan suara nafas yang berisik dan kasar yang terdengar pada saat anak menghirup nafas. Segera konsultasikan ke dokter.
Cara mengatasi:
Beri anak minum cairan hangat yang banyak
Pergunakan bantal yg agak tinggi
Jangan ada asap rokok di rumah atau di sekeliling anak.
Buat ruangan jadi lembab (memasang humidifier, pelembab udara atau letakkan seember air panas dalam ruangan)
Tidak memberikan obat batuk yang kerjanya menekan refleks batuk, karena tidak menyembuhkan penyakit yang menyebabkan timbulnya batuk dan menyebabkan lendir tidak keluar dari saluran pernafasan. Obat penekan refleks batuk bisa diberikan kalau penyebab batuk adalah proses keganasan yang menyebar ke paru-paru.
Konsultasikan ke dokter bila:
Mengalami kesulitan bernafas
Bibir, wajah dan lidah biru / pucat
Mengalami demam tinggi
Bayi <3 bulan yg telah batuk selama beberapa jam
Menimbulkan bunyi „whoop" waktu mengambil nafas setelah batuk
Batuk darah
Ada stridor saat menghirup nafas
Ada mengi saat menghembuskan nafas
Tampak lesu
Home treatment
Istirahat di rumah dan cuci tangan untuk mencegah penularan
Jaga agar lingkungan tetap lembab (tidak menggunakan AC, memasang humidifier, pelembab udara atau letakkan seember air panas dalam ruangan)
Minuman dingin seperti jus dapat memberi rasa nyaman, hindari soda.
Tidak memberikan obat batuk yang dijual bebas
Bila hidung tersumbat, berikan air garam steril (NaCl 0,9%) sebagai tetes hidung (dapat dibeli di apotek dengan dosis sesuai anjuran dokter/petugas kesehatan). Air garam ini tidak menimbulkan efek samping karena merupakan air garam yg ada di dalam tubuh kita
Sedot ingus dengan menggunakan alat pengisap lendir juga membantu mengurangi sumbatan, sebelum bayi minum susu atau sebelum tidur
Perbanyak mengkonsumsi cairan (air putih, air buah, dll).
Radang Tenggorokan
Pada bayi dan anak kecil umumnya disebabkan oleh infeksi virus ringan, jadi tidak memerlukan antibiotik. Hanya 15% disebabkan oleh bakteri, umumnya menyerang anak >4 tahun (diagnosa penyebabnya adalah bakteri, harus dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium biakan usap tenggorok).
Gejala dan keluhan (umumnya menghilang dalam waktu 3 hari)
Sakit menelan, menolak makan, tenggorokan sakit
Tenggorokan merah dan membengkak, ditemukan bintik-bintik atau selaput berwarna putih
Demam
Kelenjar getah bening didaerah leher membesar dan nyeri
Sakit telinga
Pada tonsilitis, tonsil membengkak dan sakit
Cara mengatasi:
Beri banyak cairan/minum, minum yang dingin (bukan dari lemari pendingin) dan tidak terasa asam, memberikan rasa nyaman di tenggorokan
Berikan parasetamol secara berkala
Pada anak yang sudah besar berikan lozenges, tablet isap. Bila anak >8 tahun, ajarkan ia untuk kumur-kumur dengan larutan antiseptik.
Antibiotik hanya diberikan bila terbukti ada infeksi bakteri
Umumnya radang tenggorokan adalah gangguan kesehatan ringan, akan sembuh sendiri dalam beberapa hari. Konsultasikan ke dokter bila berlangsung >1 minggu dan bila keluhan tonsilitis tidak mereda dalam 24-48 jam.
PEMBERIAN MAKAN PADA BAYI DAN BALITA
PEMBERIAN MAKAN PADA BAYI DAN BALITA
Idealnya, makan bukan sekedar untuk memenuhi kebutuhan kalori dannutrisi anak.
Ada banyak proses yang terkait dengan makan, yaitu :
1. Training
Berlatih mengunyah dan menelan. Berlatih mengenal berbagai rasa.Sajikan makanan terpisah antara karbohidrat-protein-sayur, jangandicampur sehingga anak mengetahi rasa aslinya. Berlatih mengenal caramakan yang baik : sembari duduk, tidak berlarian, tidak sambilmenonton TV. Berikan kesempatan pada anak untuk menyuap sendirimakanannya.
2. Entertaining
Usahakan anak menganalogikan makan sebagai saat yang menyenangkan.Jangan pernah memaksa anak untuk makan, terutama bagi anak yang sulitmakan, picky eater, atau sedang mengalami kondisi yang membuatkanenggan makan (sakit, masuk ke situasi / lingkungan baru). Ajak anakuntuk duduk makan bersama orang tua, agar ia merasakan kenikmatansuasana kebersamaan saat makan.
3. Variety
Makanan harus dibuat bervariasi agar si kecil tidak bosan. Perhatikankomposisi makanan sesuai dengan 4 sehat 5 sempurna, yang mengandungkarbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral yang dibutuhkan sikecil. Perlu diperhatikan, sumber karbohidrat tidak melulu harus nasi.Kentang, jagung, maKaroni, ubi merah, oatmeal, roti, mie, soun,singkong, merupakan sumber karbohidrat alternatif.
4. Healthy
Makanan buatan sendiri dipastikan lebih baik daripada makanan instan,karena senantiasa segar , tidak mengandung bahan pengawet dan pemberirasa artifisial. Minimalisasi pemberian garam untuk mencegah ginjal sikecil bekerja terlalu keras. Juga jangan dibiasakan mengkonsumsi makanan yang terlalu manis atau mengandung banyak gula. Pada saat bayi menikmati makanan padat pertamanya di usia 6 bulan,berikan makanan bertekstur lembut. Seiring dengan pertambahan usianya,tekstur makanan dapat dibuat berangsur-angsur menjadi kasar. Janganblender makanan anak , lebih baik gunakan saringan kawat atau cincangkasar dengan menggunakan chopper. Dengan demikian, diharapkan padausia 1 tahun, anak sudah dapat menikmati makanan keluarga.Hindari pemberian snack sesaat sebelum waktu makan. Contoh snack sehat yang dapat diberikan saat snack time adalah buah atau sayur kukus,yang juga dapat diberikan dalam bentuk finger food mulai usia 8 bulan. Kenalkan hanya satu jenis makanan baru dalam sehari (sampai dengan 4hari terutama bagi yang memiliki riwayat alergi pada keluarga).
BAKAT KEPEMIMPINAN bag. 2
Mengembangkan bakat kepemimpinan pada anak-anak (Bagian II)
(Lanjutan)
TAHAP 3 : KAPAN WAKTUNYA
14. Pentingnya rutinitas harian
Dalam satu hari ada 4 waktu yang bisa kita gunakan utnuk mendampingi anak-anak :
Saat makan : berperan sebagai guru
Saat bepergian : berperan sebagai teman
Sebelum tidur : sebagai konselor
Pagi hari : sebagai pelatih
15. Kemampuan Kepemimpinan yang dimiliki
Ajak anak anda untuk menilai sendiri kemampuan kepemimpinan yang dimilikinya dengan skala 1-5 (paling kuat).
Semangat dan antusiasme : energi yang menyemangati orang lain
Kebijakan : mengerti orang lain
Karisma : Kepribadian yang hangat dan menarik
Kemampuan produksi : orang lain mau mengikuti karena bisa mencapai tujuan
Karakter dan keberanian : melakukan sesuatu yang benar walaupun sulit
Kemampuan komunikasi : dapat mengekspresikan pikiran dan ide secara jelas
Bakat : kemampuan alamiah yang dikagumi orang lain
16. Tahapan Perkembangan Kepemimpinan
(Lanjutan)
TAHAP 3 : KAPAN WAKTUNYA
14. Pentingnya rutinitas harian
Dalam satu hari ada 4 waktu yang bisa kita gunakan utnuk mendampingi anak-anak :
Saat makan : berperan sebagai guru
Saat bepergian : berperan sebagai teman
Sebelum tidur : sebagai konselor
Pagi hari : sebagai pelatih
15. Kemampuan Kepemimpinan yang dimiliki
Ajak anak anda untuk menilai sendiri kemampuan kepemimpinan yang dimilikinya dengan skala 1-5 (paling kuat).
Semangat dan antusiasme : energi yang menyemangati orang lain
Kebijakan : mengerti orang lain
Karisma : Kepribadian yang hangat dan menarik
Kemampuan produksi : orang lain mau mengikuti karena bisa mencapai tujuan
Karakter dan keberanian : melakukan sesuatu yang benar walaupun sulit
Kemampuan komunikasi : dapat mengekspresikan pikiran dan ide secara jelas
Bakat : kemampuan alamiah yang dikagumi orang lain
16. Tahapan Perkembangan Kepemimpinan
Pondasi Kepemimpinan
5 tahun pertama sangat penting karena kepribadian & stabilitas mulai terbentuk
Kepribadian, kesehatan emosi, tingkah laku dan hubungan yang sehat dengan orang lain
Peran anda : Menunjukkan kasih sayang dan konsisten.
Keakraban merupakan latar belakang disiplin yg ditegakkan
Pembetukan Kepemimpinan
Anda harus menentukan prioritas karakater & disiplin diri. Anak usia 5 th keatas sudah bisa diajak bekerja sama.
Disiplin diri, Identitas, nilai yang dianut & tanggung jawab
Peran anda : Jangan biarkan anak-anak mengambil cara mudah. Ber penghargaan pada karakter yang baik.
Kesesuaian Kepemimpinan
Pada usia remaja yang beranjak dewasa, cara utama mereka belajar adalah melalui pengalaman. Mereka harus mulai menerapkan apa yang mereka ketahui.
Menemukan bakat mereka, ketrampilan berkomunikasi dengan orang lain, visi dan pengorbanan
Peran anda : Ikutlah bertindak bersama mereka.
Pemekaran Kepemimpinan
Saat ini, anak anda sudah menjadi dewasa dalam dunia kerja.
Prioritas, pemberdayaan & delegasi, motivasidan pemikiran strategis
Peran anak : Mereka akan belajar bijaksana, memusatkan perhatian mereka dan belajar bahwa mereka bisa melakukan apa saja namun tidak bisa melakukan semuanya.
Peran anda : Jadilah pendengar yang baik. Beri pendapat hanya jika ditanya.
Fokus Kepemimpinan
Siapa yang menjadi pemimpin, apa yang dilakukannya dan dengan siapa saja akan terlihat saat ini.
Efektivitas maksimum, kebijakan & perspektif, pengembangan kepemimpinan & misi
Peran anak : Masa yang paling sibuk bagi mereka karena semua menyatu di saat ini.
Peran Anda : jadilah pendukugn yang baik. Jika mereka akan mengambil resiko, bantulah mereka.
Akhir Kepemimpinan
Para pemimpin diminta untuk memberikan mentoring & pendampingan. Mereka sudah menjadi pemimpin yang sebenarnya, menjadi orang yang berpengaruh pada orang lain.
Besarnya pengaruh, Pemenuhan, serta pendampingan.
17. Persamaan tentang mentor
Demonstrasi + Pembicaraan = Transformasi
Demonstrasi : Jika kita ingin mengajarkan tentang kepemimpinan, maka kita harus menunjukkan kepada mereka bagaimana caranya.
Pembicaraan : Anak-anak perlu berbicara dengan orang yang melakukan hal itu serta proses melakukannya. Mereka perlu menginterpretasikan tingkah laku yang mencerminkan kepemimpinan.
Transformasi : Menjadi contoh ditambah dengan komunikasi akan berdampak bagi anak-anak dan biarkan mereka berubah.
TAHAP 4 : BAGAIMANA MENGAJARKAN KEPEMIMPINAN KEPADA ANAK-ANAK
18. Menjadi contoh
Menurut pakar kepemimpinan, John Maxwell, cara terbaik memberikan pelatihan kepemimpinan bagi anak-anak adalah dengan IDEA :
I – Instruction (Instruksi) ; anak-anak perlu mendengarnya
D – Demonstration (Demonstrasi) ; anak-anak perlu melihatnya
E – Experience (Pengalaman) ; anak-anak perlu mengalaminya sendiri
A – Assesment (Penilaian) ; anak-anak perlu mengevaluasinya
19. Pentingnya Kehadiran Ayah/ Tokoh Senior di Rumah
Berdasarkan buku yang ditulis oleh Gary Smalley & John Trent, The Blessing, ada 5 komponen yang bisa diberikan oleh kehadiran sang Ayah :
Kata-kata yang memberikan keyakinan – Ayah meyakinkan anak-anakmengenai kekuatan mereka
Sentuhan yang Memberikan Arti – Ayah memeluk & mencium anak-anaknya
Pernyataan Nilai – Ayah menyatakan nilai yang ia anut pada setiap anak
Gambaran Masa depan – Ayah berbagi potensi yang dilihatnya pada anak-anak
Komitmen – Ayah pasti mendampingi mereka menjadi dewasa
20. Bagaimana Cara Memulainya
Hal-hal yang perlu dibicarakan dengan anak-anak :
Menghormati orang lain
Anak-anak harus menyadari bahwa manusia adalah hal terpenting di dunia
Seberapa penting, orang lain bagi mereka? Bagaimana cara berkomunikasi dengan orang lain?
Belajar untuk tidak mudah putus asa
Setiap orang pasti pernah gagal, hal tersebut justru mendorong pembentukan karakter. Seorang pemimpin belajar untuk bangkit lagi setelah kegagalan.
Coba ingat-ingat pengalaman dimana mereka tidak menyerah. Bagaimana rasanya? Bagaimana pengalaman itu membantunya?
Kejar yang terbaik
Orang lain mengetahui jika anda bisa menunjukkan keunggulan
Bagaimana ia meningkatkan kualitas yang mereka miliki? Apa yang menyebabkan orang lain melihat keunggulan tersebut?
Kenali diri sendiri
Setiap anak harus mengenali kekuatan dan kelemahan diri masing-masing
Apa keunikan mereka? Apa yang menyebabkan orang tertarik dengan mereka?
Kembangkan bakat yang dimiliki
Pemimpin yang besar mengerti bahwa setiap orang memiliki bakat yang bisa dikontribusikan
Apa yang harus dilakukan agar orang lain bisa melakukan yang terbaik dari dirinya?
Temukan hal yang disukai
Seorang pemimpin harus mengetahui hal yang mereka sukai
Apa yang mereka ingin lakukan? Kegiatan apa yang menarik bagi mereka?
22. 6 Prinsip Pengembangan Kepemimpinan
Pemimpin itu perlu latihan, bukan hanya alamiah
Setiap anak memiliki potensi kepemimpinan
Cara terbaik bagi para murid belajar kepemimpinan adalah di dalam lingkungan masyarakat
Pengembangan kepemimpinan adalah suatu proses, bukan acara sesaat
Dalam jaman seperti sekarang ini, setiap anak perlu belajar kepemimpinan
Anak-anak perlu pendamping untuk membantu mereka bertumbuh melalui berbagai tahapan kepemimpinan
23. 6 Hal yang harus diberikan seorang Mentor
Berikan gambaran : memberikan gambaran melalui cerita, analogi, kata-kata dan
Berikan pegangan : memberikan sesuatu yang bisa dijadikan pegangan hidup bagi anak-anak
Berikan petunjuk : memberikan petunjuk arah dan pandangan jauh ke depan
Berikan lingkungan yang mendukung : ciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak untuk menerapkan apa yang mereka ketahui
Berikan akar : memberikan dasar yang kuat, dimulai dengan karakter
Berikan sayap : berikan kebebasan bagi anak-anak untuk mencoba hal baru
24. Jangan hanya berikan Instruksi kepada anak-anak, berinvestasilah dalam mereka.
Langkah-langkah ini disarankan untuk dilakukan dalam bentuk kelompok kecil yang bertemu secara teratur selama 6-8 minggu untuk berdiskusi tentang bahan di atas.
Langganan:
Komentar (Atom)