Saat ini teknologi internet memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk dari kehidupan buah hati Anda. Internet bisa mempermudah mereka menyelesaikan tugas-tugasnya di sekolah. Tetapi dampak negatif dari internet juga tidak kalah besarnya.
Untuk menyaringnya, banyak orangtua yang memasang internet filter atau pengaman agar buah hati tidak bisa mengakses laman yang tidak sesuai usianya. Hal itu memang cara yang banyak ditempuh para orangtua untuk mengontrol penggunaan internet. Sebenarnya Anda tidak bisa hanya mengandalkan filter tersebut, pengawasan juga harus selalu dilakukan karena ternyata filter tidak cukup efektif.
Berikut fakta tentang filter yang harus Anda ketahui.
- Program internet filter tidak mampu menyaring semua. Sebagian besar program filter menggunakan teknik kombinasi untuk menutup akses pada laman tertentu. Kombinasi tersebut seringkali bocor dan membuat akses laman yang ditutup bisa dilihat.
- Anak bisa membobol filter. Jangan menyepelekan kepintaran buah hati. Mereka bisa dengan mudah menemukan cara untuk membuka filter program yang telah Anda pasang. Jadi selalu periksa secara berkala komputer yang digunakan anak Anda.
- Perkenalkan filter pada anak. Program filter yang Anda pasang pada komputer juga harus diperkenalkan pada anak. Katakan pada anak bahwa Anda ingin ia bertanggung jawab dalam penggunanan internet dan demi keamanannya. Hal itu akan membuat ia lebih dewasa dan mengerti.
- Filter utama adalah Anda. Seiiring perkembangan teknologi, mau tidak mau anak pasti akan mengetahui atau penasaran terhadap hal-hal baru yang bersifat negatif seperti pornografi. Sebelum ia mengakses tanpa sepengetahuan Anda, bicarakan isu tersebut serta dampaknya jika ia sudah cukup dewasa. Tindakan tersebut merupakan cara pencegahan yang sangat baik bagi buah hati Anda.
Minggu, 18 Oktober 2009
MAINAN AMAN UNTUK BAYI
Faktor keamanan adalah hal pertama yang harus diperhatikan saat memilih mainan untuk bayi. Jangan sampai mainan yang dibeli malah menimbulkan bahaya bagi si bayi. Kita harus pintar memilih mainan yang tepat untuk si bayi.
Ada beberapa mainan yang aman untuk bayi. Ketahui mainan tersebut agar buah hati bisa aman bermain.
- Gelang berbunyi
Anda bisa membeli gelang yang biasanya terbuat dari karet atau plastik dan terdapat bebunyian didalamnya. Saat bayi bergerak gelang akan berbunyi dan hal itu bisa menghiburnya. Anda bisa membeli gelang yang berwarna cerah karena bayi suka sekali dengan warna-warna tersebut.
- Baby gym
Anda bisa membeli baby gym untuk membuat bayi lebih aktif. Berbagai mainan yang digantung pada baby gym akan memicunya bergerak lebih aktif. Gerakan perut, tangan, kaki dan bagian tubuh lainnya akan membuat bayi lebih sehat.
- Alat musik
Bayi sangat suka mendengar bebunyian yang merdu. Saat ini banyak dijual mainan yang terdapat bunyi didalamnya. Pastikan bunyi tersebut terdengar merdu dan suaranya tidak memekakkan telinga. Anda bisa membeli boneka yang saat dipencet akan mengeluarkan suara instrumen. Musik instrumen klasik bisa Anda pilih karena berdampak positif bagi perkembangan otak bayi
- Buku
Anda bisa membeli buku yang memang diperuntukkan untuk bayi. Dengan gambar yang lucu dan warnanya yang cerah bayi pasti akan sangat terhibur. Sekarang banyak tersedia buku-buku bayi yang terbuat dari kain dan tidak mudah robek. Jadi bayi Anda bisa aman memainkannya.
Ada beberapa mainan yang aman untuk bayi. Ketahui mainan tersebut agar buah hati bisa aman bermain.
- Gelang berbunyi
Anda bisa membeli gelang yang biasanya terbuat dari karet atau plastik dan terdapat bebunyian didalamnya. Saat bayi bergerak gelang akan berbunyi dan hal itu bisa menghiburnya. Anda bisa membeli gelang yang berwarna cerah karena bayi suka sekali dengan warna-warna tersebut.
- Baby gym
Anda bisa membeli baby gym untuk membuat bayi lebih aktif. Berbagai mainan yang digantung pada baby gym akan memicunya bergerak lebih aktif. Gerakan perut, tangan, kaki dan bagian tubuh lainnya akan membuat bayi lebih sehat.
- Alat musik
Bayi sangat suka mendengar bebunyian yang merdu. Saat ini banyak dijual mainan yang terdapat bunyi didalamnya. Pastikan bunyi tersebut terdengar merdu dan suaranya tidak memekakkan telinga. Anda bisa membeli boneka yang saat dipencet akan mengeluarkan suara instrumen. Musik instrumen klasik bisa Anda pilih karena berdampak positif bagi perkembangan otak bayi
- Buku
Anda bisa membeli buku yang memang diperuntukkan untuk bayi. Dengan gambar yang lucu dan warnanya yang cerah bayi pasti akan sangat terhibur. Sekarang banyak tersedia buku-buku bayi yang terbuat dari kain dan tidak mudah robek. Jadi bayi Anda bisa aman memainkannya.
Rabu, 14 Oktober 2009
PENYAKIT KAWASAKI
Apakah itu penyakit kawasaki (PK)?
PK ditemukan oleh Dr Tomisaku Kawasaki di Jepang tahun 1967 dan saat itu dikenal sebagai mucocutaneous lymphnode syndrome. Untuk menghormati penemunya, maka dinamakan penyakit k awasaki . Di Indonesia, banyak di antara kita yang belum memahami penyakit yang berbahaya ini, bahkan di kalangan medis sekalipun. Hal inilah yang menyebabkan diagnosis acap terlambat dengan segala konsekuensinya.
Penampakan penyakit ini juga dapat mengelabui mata sehingga dapat terdiagnosis sebagai campak, alergi obat, infeksi virus, atau bahkan penyakit gondong. Penyakit yang lebih sering menyerang ras Mongol ini terutama menyerang balita dan paling sering pada anak usia 1-2 tahun. Bahkan, penulis pernah menemukan PK pada seorang bayi berusia 3 bulan yang menderita demam selama 18 hari.
Angka kejadian per tahun di Jepang tertinggi di dunia, yaitu berkisar 1 kasus per 1.000 anak balita, disusul Korea dan Taiwan . Di Amerika Serikat berkisar 0,09 (pada ras kulit putih) sampai 0,32 (pada keturunan Asia-Pasifik) per seribu balita. Di Indonesia, penulis menemukan kasus PK sejak tahun 1996, tapi ada dokter yang menyatakan sudah menemukan sebelumnya.
Indonesia baru resmi tercatat dalam peta penyakit k awasaki dunia setelah laporan seri kasus PK dari Advani dkk diajukan pada simposium internasional penyakit kawasaki ke-8 di San Diego , AS, awal tahun 2005. Diduga, kasus di Indonesia tidaklah sedikit dan menurut perhitungan kasar, berdasarkan angka kejadian global dan etnis di negara kita, tiap tahun akan ada 3.300-6.600 kasus PK.
Namun kenyataannya kasus yang terdeteksi masih sangat jauh di bawah angka ini. Sekitar 20-40 persen-nya mengalami kerusakan pada pembuluh koroner jantung. Sebagian akan sembuh namun sebagian lain terpaksa menjalani hidup dengan jantung yang cacat akibat aliran darah koroner yang terganggu. Sebagian kecil akan meninggal akibat kerusakan jantung.
Penyebab PK hingga saat ini belum diketahui, meski diduga kuat akibat suatu infeksi, namun belum ada bukti yang meyakinkan. Karena itu cara pencegahannya juga belum diketahui. Penyakit ini juga tidak terbukti menular.Gejala awalGejala awal pada fase akut adalah demam yang mendadak tinggi dan bisa mencapai 41° C. Demam berfluktuasi selama setidaknya 5 hari tetapi tidak pernah mencapai normal. Pada anak yang tidak diobati, demam dapat berlangsung selama 1-4 minggu tanpa jeda. Pemberian antibiotik tidak menolong. Sekitar 2-3 hari setelah demam, mulai muncul gejala lain secara bertahap yaitu bercak bercak merah di badan yang mirip seperti pada penyakit campak. Namun gejala batuk pilek yang dominan pada campak biasanya ringan atau bahkan tidak ada pada PK. Gejala lain yang timbul adalah kedua mata merah, tapi tanpa kotoran (belekan), pembengkakan kelenjar getah bening di salah satu sisi leher sehingga kadang diduga penyakit gondong (parotitis), lidah merah menyerupai stroberi, bibir juga merah dan kadang pecah-pecah, telapak tangan dan kaki merah dan agak membengkak. Kadang anak mengeluh nyeri pada persendian. Pada fase penyembuhan terjadi pengelupasan kulit di ujung jari tangan serta kaki dan kemudian timbul cekungan berbentuk garis melintang pada kuku kaki dan tangan (garis Beau).
Penderita PK harus dirawat inap di rumah sakit dan mendapat pengawasan dari dokter ahli jantung anak. Komplikasi yang paling ditakutkan adalah pada jantung (terjadi pada 20-40 persen penderita) karena dapat merusak pembuluh nadi koroner. Komplikasi ke jantung biasanya mulai terjadi setelah hari ke 7-8 sejak awal timbulnya demam.
Pada awalnya dapat terjadi pelebaran pembuluh ini kemudian bisa terjadi penyempitan bagian dalam atau sumbatan. Akibatnya aliran darah ke otot jantung terganggu sehingga dapat menimbulkan kerusakan pada otot jantung yang dikenal sebagai infark miokard. Pemeriksaan jantung menjadi hal yang sangat penting termasuk EKG dan ekokardiografi (USG jantung). Kadang ultrafast CT scan, MRA (Magnetic Resonance Angiography) maupun kateterisasi jantung diperlukan pada kasus yang berat. Pemeriksaan laboratorium untuk penyakit ini tidak ada yang khas.
Biasanya jumlah sel darah putih, laju endap darah dan C Reactive protein meningkat pada fase akut. Jadi diagnosis ditegakkan atas dasar gejala dan tanda klinis semata sehingga pengalaman dokter sangat dibutuhkan. Pada fase penyembuhan, trombosit darah meningkat dan ini akan memudahkan terjadinya trombus atau bekuan darah yang menyumbat pembuluh koroner jantung.
Pengobatan
Obat yang mutlak harus diberikan adalah imunoglobulin secara infus selama 10-12 jam. Obat yang didapat dari plasma donor darah ini ampuh untuk meredakan gejala PK maupun menekan risiko kerusakan jantung, tapi harga yang mahal menjadi kendala. Harga satu gram berkisar Rp 1 juta. Penderita PK membutuhkan imunoglobulin 2 gram per kg berat badannya.
Sebagai contoh, anak yang berat badannya 15 kg misalnya membutuhkan 30 gram atau seharga sekitar Rp 30 juta. Penderita juga diberikan asam salisilat untuk mencegah kerusakan jantung dan sumbatan pembuluh koroner. Jika tidak ada komplikasi anak dapat dipulangkan dalam beberapa hari. Pada kasus yang terlambat dan sudah terjadi kerusakan pembuluh koroner perlu rawat inap yang lebih lama dan pengobatan yang intensif guna mencegah kerusakan jantung lebih lanjut.
Jika dengan obat-obatan tidak berhasil, kadang diperlukan operasi pintas koroner (coronary bypass) atau bahkan, meskipun sangat jarang, transplantasi jantung. Kematian dapat terjadi pada 1-5 persen penderita yang umumnya terlambat ditangani dan puncaknya terjadi pada 15-45 hari setelah awal timbulnya demam. Meskipun demikian, kematian mendadak dapat terjadi bertahun-tahun setelah fase akut. PK juga dapat merusak katup jantung (terutama katup mitral) yang dapat menimbulkan kematian mendadak beberapa tahun kemudian. Kemungkinan kambuhnya penyakit ini adalah sekitar 3 persen.
Pada penderita yang secara klinis telah sembuh total sekalipun, dikatakan pembuluh koronernya akan mengalami kelainan pada lapisan dalam yang memudahkan terjadinya penyakit jantung koroner pada usia dewasa muda kelak. Jika ditemukan serangan jantung koroner akut pada dewasa muda, mungkin perlu dipikirkan kemungkinan pernah terkena PK saat masih anak-anak. Kiranya kita semua perlu mewaspadai penyakit ini agar tidak menimbulkan korban lebih lanjut.
Jumat, 09 Oktober 2009
MOTIVASI BELAJAR MELALUI MAINAN
Motivasi Belajar Melalui Mainan
Setiap anak sangat suka bermain. Bagi si kecil, kegiatan ini bukan sekadar bersenang-senang. Lebih dari itu, bermain sangat bermanfaat untuk membantu tumbuh-kembangnya agar lebih optimal.Seperti bekerja bagi orang dewasa, bermain adalah pekerjaan bagi anak.
Melalui bermain, si kecil belajar tentang dunia dan sekelilingnya. Ia memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungan dan mengembangkan keterampilan, nilai, sikap, toleransi serta pemahaman.
Bermain pun menjadi cara untuk mengeskpresikan perasaan dan emosi, lebih cepat dibandingkan menyampaikan ekspresi secara verbal.Sebagai alat untuk bermain, pemilihan mainan dan materi bermain sangat penting agar manfaatnya optimal.
Mainan melimpah tak ada gunanya jika mainan tidak memiliki nilai edukatif. Artinya, mainan tersebut memberikan kenikmatan bermain sekaligus peluang belajar. Mainan ini dirancang khusus untuk mendorong anak menemukan hal baru atau menguasai keterampilan dan konsep tertentu.Namun tidak berarti pula Anda harus menjejali si kecil dengan mainan edukatif. Mainan jenis ini hanya salah satu faktor pendukung untuk mengoptimalkan perkembangan otak anak.
Si kecil pun perlu bermain dengan mainan ‘biasa’. Misalnya boneka, mobil-mobilan, rumah-rumahan, atau alat rumah tangga mainan. Meskipun bukan tipe edukatif, mainan ini bisa memberikan pengetahuan baru untuk melengkapi kecerdasan majemuk anak. Bermain boneka, misalnya, mendorong kemampuan berimajinasi dan berinteraksi dengan orang lain.
Sesuai usia anak
Tiga tahun pertama merupakan periode emas perkembangan otak anak. Pada masa itu, ia membutuhkan banyak stimulasi. Semakin banyak stimulasi yang diberikan, hubungan koneksi antarsaraf semakin banyak. Artinya, anak semakin cerdas.
Salah satu bentuk stimulasinya mainan. Anda bisa memberikan mainan sejak dini namun tak berarti sejak bayi. “Orangtua adalah alat permainan bayi. Artinya, bayi lebih baik bermain dengan orangtuanya
Anda boleh mengenalkan mainan edukatif sejak anak berusia 1-1,5 tahun. Pada usia ini, si kecil sudah mampu memahami sebuah konsep meskipun kemampuan berbicaranya belum jelas.Yang perlu Anda perhatikan ketika memilih mainan adalah kesesuaian mainan dengan usia anak. Usia menunjukkan tahap perkembangan si kecil, baik fisik maupun mental.
Mainan yang terlalu sulit membuat anak frustasi. Sebaliknya jika terlalu mudah, mainan tidak lagi menarik bagi si kecil. Misalnya, single puzzle atau bola/kubus yang memiliki lubang berbentuk kotak, lingkaran atau segitiga. Mainan ini sesuai untuk anak usia 1 tahun. Untuk mempermudah Anda memilih mainan, beberapa produsen mainan mencantumkan kategori usia di setiap kemasan mainan.
Perhatikan kesiapan anakMeskipun anak usia 1 tahun mulai berkenalan dengan mainan edukatif, Anda tidak boleh memaksakan kehendak. “Setiap anak berbeda-beda".
Ada yang sudah siap dan menyukai mainan, ada pula yang tidak. “Prinsipnya, kegiatan bermain tidak membuat anak merasa terpaksa atau dipaksa. Sebab, dampaknya sangat buruk bagi perkembangan anak.
Beberapa anak memiliki gerakan motorik yang lebih kasarnya. Artinya, ia lebih menyukai aktivitas fisik seperti melompat, memanjat, jongkok atau lari. Jika si kecil dipaksa untuk bermain yang membutuhkan motorik halus dan konsentrasi, ia belum cukup matang walaupun usianya sama. Anak yang siap biasanya langsung tertarik dan mencoba memainkan begitu mainan diberikan. Sedangkan anak yang belum siap tampak tidak tertarik ketika mainan disodorkan kepadanya.
Perhatikan pula kondisi anak apakah ia mengantuk, sakit atau bosan.Se-edukatif apapun sebuah mainan, tidak akan berguna jika tidak dimainkan. Bisa jadi tujuan edukasinya malah tidak tercapai. Jika anak-anak tidak menyukai dan menikmati mainannya, ia tak akan pernah memainkannya. Padahal, kemampuan belajar anak meningkat ketika ia bisa menikmatinya. Karenanya, jangan melupakan faktor ‘menyenangkan’ dari sebuah mainan. “Anak juga perlu diberi kesempatan untuk melakukan aktivitasnya,” .
Mainan hanyalah alat.
Keterlibatan Anda dalam proses bermain anak memainkan peran penting, tetapi bukan mengaturnya. Biarkan anak mencoba dulu. Jika ia tidak juga mengerti atau bingung, Anda cukup memberikan petunjuk. “Orangtua hanya menjadi pijakan, anak yang harus mencari jalan keluarnya”.
Petunjuk Anda membantu anak mengembangkan imajinasinya. Selain itu, Anda dan si kecil memiliki peluang untuk menciptakan kenangan masa kecil yang indah.Tak ada mainan, permainan jadilahMainan edukatif tak harus mahal. Bermain juga tidak berarti harus ada alat-alat khusus. Permainan bisa menjadi alternatifnya. Melalui alat-alat sederhana di sekitar rumah dan sedikit kreativitas, ciptakan permainan atau mainan yang mendorong tumbuh-kembang si kecil. Misalnya permainan petak umpet menggunakan kolong meja atau membuat pesawat dari kertas.Permainan yang mahal, seperti computer games, justru tidak membawa manfaat. Jenis permainan ini disebut sebagai pemicu agresivitas pada anak. Sebab, computer games umumnya membawa nilai-nilai kekerasan dan membuat anak menjadi anti sosial. Pun dengan mengajak anak bermain di mal. Menurut Mayke, kebiasaan ini hanya akan mendorong sifat konsumerisme pada anak.
Ciri-Ciri Mainan Edukatif
Dibuat untuk merangsang kemampuan dasar pada balita.
Memiliki banyak fungsi. Artinya, ada beberapa variasi mainan di dalam satu mainan sehingga stimulasi yang diperoleh anak pun beragam.
Mendorong kemampuan pemecahan masalah. Contohnya mainan bongkar-pasang.
Melatih ketelitian dan ketekunan anak. Tak sekadar menikmati, tetapi si kecil juga dituntut ketelitiannya saat memainkannya.
Melatih konsep dasar. Artinya, anak-anak bisa mengenal dan mengembangkan kemampuan dasar seperti bentuk, warna, tekstur, besaran. Selain itu, mainan edukatif mampu melatih motorik halus.
Merangsang kreativitas anak. Anak-anak semakin kreatif melalui variasi mainan yang dilakukan.
MENGHADAPI SI KECIL YANG PICKY EATER
Menghadapi Si Kecil yang Picky Eater
Susah sekali membuat si kecil duduk diam saat jam makan tiba. Mereka lebih senang berlarian atau bermain dengan teman-temannya. Mereka juga tak mau menyentuh makanan yang Anda berikan dengan alasan tidak doyan atau tidak enak. Mereka mau makan kalau yang disajikan adalah makanan kegemaran mereka.
Susah sekali membuat si kecil duduk diam saat jam makan tiba. Mereka lebih senang berlarian atau bermain dengan teman-temannya. Mereka juga tak mau menyentuh makanan yang Anda berikan dengan alasan tidak doyan atau tidak enak. Mereka mau makan kalau yang disajikan adalah makanan kegemaran mereka.
Situasi tersebut kerapkali membuat Anda menjadi sedikit frustrasi dan khawatir mereka tidak mendapat gizi cukup karena hanya mengkonsumsi makanan yang itu-itu saja. Dan yang membuat Anda lebih cemas adalah makanan kegemaran mereka itu bukan termasuk jenis makanan yang sehat.
Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa si kecil sering pilih-pilih makanan (picky eater) dan tidak mau begitu saja menyantap makanan yang telah dihidangkan. Sebenarnya kondisi ini sangat normal terjadi pada anak kecil. Saat mereka mulai bisa berkomunikasi dengan lancar, mereka ingin lebih berekspresi dengan menyatakan keinginannya sekaligus menolak apa yang tidak mereka sukai. Dan mereka juga mengalami situasi ‘ketakutan’ akan hal-hal baru, termasuk makanan! Si kecil akan merasa lebih nyaman dengan sesuatu yang telah mereka kenal, seperti rutinitas sebelum tidur atau makanan kecil buatan ibu di sore hari.
Kesabaran adalah kata kunci untuk membuat si kecil yang picky eater mau menyantap makanan sehat yang Anda sajikan. Meski makanan tersebut mungkin tidak akan disentuh oleh mereka, Anda harus tetap memberikan dan membujuk berulangkali sampai setidaknya mereka mau mencicipinya.
Mereka mungkin akan lebih waspada saat jam makan karena tahu Anda akan terus memberikan makanan yang tidak mereka sukai. Karena itu ciptakan suasana makan yang lebih kondusif dengan menjauhkan mereka dari gangguan televisi, mainan atau binatang peliharaan saat jam makan tiba.
Agar si kecil tidak menutup rapat-rapat mulut mereka saat jam makan, cobalah langkah sederhana berikut ini:
Jangan paksa si kecil untuk menghabiskan makanan yang Anda berikan karena hanya akan membuat mereka semakin tidak menyukainya. Jika mereka mau mencicipinya itu baik, tetapi jika mereka sama sekali tidak mau menyentuhnya biarkan saja.
Membujuk si kecil untuk makan dengan janji akan memberikan makanan kecil favoritnya seperti permen atau es krim tidak akan banyak membantu. Malah dapat menyebabkan mereka berpikir bahwa makanan yang Anda berikan memang tidak enak.
Agar si kecil tertarik pada hidangan yang Anda sajikan, buatlah acara makan lebih menyenangkan dengan membentuk dan menata hidangan secara menarik. Misalkan dengan membentuk bahan makanan seperti keju, roti atau sayuran dengan cetakan yang lucu. Atau susunlah sayuran di piring mereka menyerupai wajah badut. Anda dapat bereksperimen dengan wortel, kentang, brokoli, tomat dan sayuran lainnya.
Sajikan makanan dalam porsi kecil sehingga piring mereka tidak terlihat penuh. Porsi makanan yang sedikit ini tidak akan membuat mereka merasa diwajibkan menghabiskan seluruh isi piring.
Ajaklah si kecil membantu Anda menyiapkan makanan di dapur. Berilah pekerjaan kecil yang menyenangkan seperti mencuci buah atau sayuran, mengupas bahan makanan dan mengaduk adonan. Sebagai bentuk penghargaan terhadap usaha mereka sendiri, si kecil tak akan segan mencicipi masakan buatan mereka tersebut.
Jus memang sangat baik untuk kesehatan, tetapi jika si kecil Anda adalah seorang picky eater, berikan secukupnya karena minum jus terlalu banyak akan membuat mereka kenyang dan tak mau menyentuh makanan yang Anda berikan.
Tidak menjadi masalah jika Anda sering memberikan makanan favorit mereka, selama sehat dan mengandung nutrisi yang tepat. Cobalah dikombinasikan dengan makanan pilihan Anda yang menyehatkan. Misalkan keju kesukaan si kecil dapat dikombinasikan dengan sayuran dalam menu roti isi untuk sarapan pagi mereka.
Makanan kecil sangat penting untuk si kecil karena mereka lebih sering merasa lapar. Pastikan makanan kecil yang Anda berikan bergizi, seperti buah dan yogurt.
Dengan bertambahnya umur, si kecil akan belajar mencoba dan menyukai berbagai variasi menu makanan lainnya. Untuk itu, sebagai orang tua, Anda sebaiknya tidak hanya menyediakan dan menyiapkan bahan makanan yang kaya gizi. Tetapi juga menyajikan variasi hidangan secara kreatif dan mengenalkannya di masa awal pertumbuhan anak-anak.
STORY TELLING, TUGAS PENTING UNTUK AYAH
Story Telling, Tugas Penting untuk Ayah
Hampir semua anak suka mendengar dongeng. Dongeng sendiri memiliki kekuatan besar mendorong munculnya imajinasi dalam benak anak. Coba saja ingat-ingat, bagaimana reaksi si kecil ketika mendengarkan cerita atau dongeng yang dibawakan oleh guru atau Anda orangtuanya. Mungkin bayangan ketertarikan si kecil akan isi cerita, tokoh, gambar dalam buku dapat Anda tangkap dengan jelas dari wajahnya.
Lewat dongeng berbagai nilai juga dapat ditanamkan pada anak. Namun sayangnya, entah karena sibuk atau merasa tidak bisa mendongeng, banyak orangtua yang akhirnya tidak terlalu memprioritaskan kegiatan mendongeng ini sebagai bagian penting dari pola pengasuhannya. Alhasil, mendongeng pun kalah populer dibandingkan televisi yang informasinya belum tentu sesuai untuk anak-anak yang dalam kenyataannya telah menjadi menu wajib dari keseharian anak.
Story telling atau mendongeng bukan hanya menyenangkan untuk si kecil yang mendengarkannya tetapi juga menyimpan banyak manfaat, baik untuk orangtua maupun anak.
Pakar psikologi pendidikan, Dr Tjut Rifameutia Psi, menyebutkan manfaat yang bisa diperoleh dari kegiatan mendongeng yaitu:
Dongeng sebagai sarana atau alternatif hiburan yang positif bagi anak daripada anak berkutat seharian di depan televisi dan games stationnya.
Pilih dongeng yang mengandung pesan moral sehingga saat mendongeng bisa dipakai orangtua untuk menyampaikan nilai sosial dan keluarga.
Alur cerita, detil, tokoh yang dikisahkan dapat membantunya mengasah kemampuan nalar.
Dongeng dapat menjadi sarana mengungkapkan pikiran dan emosi anak.
Cerita dalam dongeng dapat mendorong anak untuk mengembangkan daya imajinasinya.
Kata-kata yang digunakan dalam dongeng sangat baik untuk menambah perbendaharaan kata anak.
Membantu memperluas wawasan anak. Misalnya, anak yang tidak pernah pergi ke Bali atau kampung halamannya bisa mengetahui dan membayangkan keadaannya melalui dongeng dan deskripsi yang diberikan melalui kegiatan mendongeng.
Bagi orangtua sendiri mendongeng dapat menjadi media untuk lebih mendekatkan diri pada anak.
Mengasuh anak bukanlah semata-mata tugas ibu, tapi juga ayah. Karena itu Anda pun harus mulai membagi tugas pengasuhan kepada pasangan Anda. Apalagi para ayah biasanya sibuk dengan berbagai tuntutan pekerjaan di luar rumah. Dengan menyerahkan tugas story telling pada ayah juga membuatnya mempunyai kesempatan untuk tetap dekat dekat dengan si kecil dan pada saat yang sama berkesempatan menanamkan berbagai hal positif tanpa menggurui.
Cukup dengan menyediakan waktu setidaknya 15 menit saja dalam sehari, anak-anak pun bisa melewatkan waktu yang berharga dan bermanfaat dengan ayahnya.
Tips untuk ayah:
Tak punya ide cerita untuk anak? Kunjungi toko buku dan carilah buku-buku dengan cerita klasik dengan gambar menarik. Bacakan untuk anak-anak.
Jangan terpaku pada buku. Pengalaman dan cerita masa lalu dari orangtua bisa menjadi bahan yang menarik untuk anak-anak. Tradisi yang kerap dilakukan dalam keluarga, cerita mengenai hewan peliharaan, teman masa kecil, liburan, ulang tahun serta berbagai kejadian menarik yang pernah Anda lalui bisa menjadi pilihan yang dapat membuat anak lebih mengenal ayahnya.
Jangan monoton, gunakanlah suara-suara, gerakan tubuh, ekspresi untuk membuat saat mendongeng menjadi momen yang menyenangkan dan menarik untuk si kecil.
Jika anak-anak sudah cukup besar saat mendongeng bisa juga digunakan dengan menceritakan berbagai pelajaran yang dapat diambil dari kesalahan-kesalahan di masa lalu. Ceritakan dengan jujur, konsekuensi negatif yang harus ditanggung, kepedihan dan hikmah yang dapat diambil dari peristiwa tersebut.
Jangan malas untuk berlatih dan membaca referensi mengenai bagaimana mendongeng yang baik supaya anak-anak tidak bosan mendengarnya.
Tidak harus di sampingnya, bercerita lewat telepon pun bisa dilakukan. Ceritakan saja pada si kecil pengalaman hari itu. Jangan lupa sisipkan detil yang menarik untuk si kecil tetap mendengarkan.
MENGENALKAN PERMAINAN TRADISIONAL PADA ANAK
Mengenalkan Permainan Tradisional pada Anak
Bermain memang menjadi salah satu aktivitas yang tak lepas dari anak-anak. Melalui bermain anak-anak dapat mempelajari suatu keterampilan baik secara motorik, kognitif, kerja team serta manfaat lainnya. Memperingati hari kemerdekaan Indonesia, yuk kita ajak anak mengenal permainan tradisional dari Tanah Air tercinta.
Bermain memang menjadi salah satu aktivitas yang tak lepas dari anak-anak. Melalui bermain anak-anak dapat mempelajari suatu keterampilan baik secara motorik, kognitif, kerja team serta manfaat lainnya. Memperingati hari kemerdekaan Indonesia, yuk kita ajak anak mengenal permainan tradisional dari Tanah Air tercinta.
Berikut beberapa permainan tradisional Indonesia yang mudah dilakukan di mana saja dan kapan saja:
Dampu
Ini merupakan permainan tradisional yang sering dimainkan anak-anak usia sekolah. Anak ditantang untuk mempertahankan keseimbangannya agar tidak terjatuh. Permainan tidak hanya dilakukan oleh anak perempuan namun juga anak laki-laki.
Alat yang diperlukan:
Tanah lapang
Kapur atau pecahan genting untuk membuat petak
Batu berbentuk pipih, pecahan genting, atau tutup botol.
Cara Bermain:
Buatlah petak-petak pada tanah dengan menggunakan kapur atau pecahan genting dengan bentuk (gambar 1)
Ajak anak untuk melemparkan batu tepat masuk ke dalam kotak, mulai dari kotak pertama yang jaraknya paling pendek hingga kotak yang jaraknya paling jauh.
Lalu Anda dapat memberikan contoh terlebih dahulu dengan melompat dari satu kotak ke kotak lainnya tanpa keluar dari petak dengan menggunakan satu kaki dan melangkahi kotak yang terdapat batunya.
Setelah itu anak harus kembali ke garis awal dan mengambil batunya terlebih dahulu tetap dengan satu kaki.
Jika anak sudah berhasil melewati tahap pertama lanjutkan dengan melempar batu ke kotak 2, dan seterusnya.
Manfaat :
Melatih keseimbangan tubuh baik ketika melompat dengan satu kaki maupun ketika mengambil batu dari tanah.
Meningkatkan kemampuan perencanaan gerak.
Meningkatkan kemampuan melalui perabaan tekstur yang berbeda.
Melatih kemampuan reka visual, karena pada akhir permainan anak diharuskan mengambil batu tanpa melihat ke depan, namun membelakanginya.
Petak Jongkok
Petak jongkok merupakan salah satu permainan paling populer untuk anak-anak yang sering dimainkan dimana saja. Permainan kejar-kejaran ini paling sedikit dilakukan tiga anak. Serunya permainan ini menantang anak untuk menangkap temannya atau sebaliknya berlari agar tidak tertangkap oleh satu dari temannya yang menjadi penjaga.
Cara bermain:
Setelah terkumpul beberapa anak, maka lakukan hompimpa dan anak akan menentukan siapa yang menjadi penjaga atau pengejar.
Penjaga akan mengejar teman-teman lainnya dan menangkapnya persis sebelum mereka jongkok.
Sedangkan peserta lainnya yang tidak menjadi penjaga harus mengusahakan diri untuk tidak tertangkap. Apabila akan terkena anak perlu jongkok sehingga tidak tertangkap oleh penjaga.
Ketika anak telah jongkok maka dibutuhkan bantuan teman lainnya selain penjaga untuk menyentuhnya agar bisa bebas dan berlari kembali.
Anak yang tertangkap akan berganti peran dan menjadi penjaga.
Manfaat
Meningkatkan kemampuan motorik kasar dan ketahanan fisik anak dengan berlari menghindari penjaga.
Melatih kemampuan kelenturan tubuh, terutama kaki. Khususnya saat anak perlu berjongkok lalu berdiri dan sebaliknya berlari lalu berjongkok.
Meningkatkan rasa solidaritas antar teman. Anak harus membantu temannya yang jongkok untuk membebaskannya kembali.
Bekel
Permainan ini memang biasanya dilakukan anak-anak perempuan. Dengan tingkat kesulitan yang terus bertambah, permainan ini sangat digemari oleh anak-anak. Bekel dapat dilakukan di dalam dan luar rumah.
Alat yang digunakan:
Satu buah bola bekel
Enam biji bekel
Cara bermain:
Ajak anak duduk di lantai dengan permukaan yang rata. Gengam keenam biji bekel, lalu peganglah bola di atas genggaman itu.
Lemparkan bola ke atas, jatuhkan biji ke lantai, dan tangkap bola. Ingatkan bahwa bola hanya diperbolehkan untuk menyentuh tanah sebanyak satu kali dan hanya menggunakan sebelah tangan saja.
Setelah itu lemparkan bola kembali dan ketika bola memantul kita harus mengambil satu biji bekel. Lakukan seterusnya hingga biji terambil semua lalu langsung menjatuhkannya kembali ke tanah.
Lanjutkan permainan dengan mengambil biji bekel dua sekaligus, lalu tiga, dan seterusnya.
Manfaat:
Melatih koordinasi visual-motor. Anak perlu memperkirakan seberapa tinggi bola dilontarkan, berapa biji yang harus terambil, serta kapan menangkapnya kembali.
Meningkatkan konsentrasi anak, dimana anak harus melempar bola, menangkap biji, dan menangkapnya kembali pada satu waktu.
Meningkatkan kemampuan kontrol gerakan jari-jari dan tangan.
Langganan:
Komentar (Atom)